Komplotan Maling Konter Handphone Dibekuk, Satu Masih Buron
Hukum & Kriminal

Komplotan Maling Konter Handphone Dibekuk, Satu Masih Buron

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Unit Reskrim Kepolisian Sektor Kalibawang berhasil melakukan ungkap kasus pencurian di sebuah konter milik warga Sayangan, Banjararum, Kecamatan Kalibawang yakni Elisa Retno Dwi Safitri yang terjadi pada 13 Juni 2017 lalu. Dari operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang pria warga Magelang yang merupakan pelaku pencurian di konter tersebut.

Adalah SRF (26) serta SFL(32), keduanya merupakan warga Krinjing, Kecamatan Kajoran, Magelang yang berhasil diringkus di rumah masing-masing pada Minggu (13/08) lalu oleh polisi. Selain kedua orang pelaku, polisi masih memburu satu pelaku lain berinisial AAN yang hingga kini masih buron.

Menurut keterangan Waka Polres Kulon Progo, Kompol Dedi Surya Darma, penangkapan pelaku pencurian konter tersebut setalah pihaknya melakukan penyelidikan dan mendapatkan laporan adanya transaksi jual beli barang curian yang ciri-cirinya sama dengan barang yang hilang di konter milik Elisa.

Setelah kami melakukan pemnyekidikan selama dua bulan lebih, akhirnya kasus tersebut mengerucut kepada kedua pelaku dan kami lakukan penangkapan,” kata Dedi, Jumat (18/08/2017) ketika merilis kasus tersebut di Mapolres Kulon Progo.

Dijelaskan oleh Dedi, untuk melakukan aksinya, ketiga pelaku menggunakan satu unit mobil berjenis Toyota Avanza dengan nomor polisi H 9355 FY yang merupakan mobil rental. SRF dan AAN bertugas mencuri dan menerobos masuk ke dalam konter, sedangkan SFL bertugas menunggu mobil dan mengawasi situasi. 

Untuk masuk ke dalam konter, SRD dan AAN memanjat dinding dan masuk dengan menjebol genting serta eternit konter. Kemudian keduanya menguras seluruh barang-barang di dalam konter termasuk 9 unit telepon genggam berbagai merek serta aksesoris lainnya mulai dari baterai, kartu perdana hingga earphone.

Pelaku juga membagi-bagikan beberapa barang curian kepada teman-temannya. Untuk kerugian dari pemilik konter sendiri diperkirakan mencapai Rp 10 juta,” sambung Dedy.

Sementara itu, SRF mengungkapkan bahwa aksi pencurian tersebut berawal dari ide AAN. Awalnya ketiga pelaku sedang dalam perjalanan dari Wates pulang ke Magelang karena urusan bisnis.

Kemudian AAN mengajak kami mencuri dan kami setuju. Sejak awal nggak ada niatan mencuri. Hasil penjualan barang curian juga cuman kami gunakan untuk beli rokok,” kata SRF.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara akibat melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.