Dua KK Penghuni PAG Dipastikan Dapat Tempat Relokasi
Ekonomi

Dua KK Penghuni PAG Dipastikan Dapat Tempat Relokasi

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Lahan Paku Alam Ground (PAG) di Desa Kedundang, Kecamatan Temon bakal digunakan sebagai tempat relokasi bagi warga terdampak bandara baru New Yogyakarta International Airport (NYIA). Imbas dari rencana tersebut, dua rumah warga di Pedukuhan Pandowan serta Pencengan bakal ikut dieksekusi.

Sempat beredar isu bahwa kedua keluarga yang menempati lahan PAG tersebut tak akan mendapatkan tempat pengganti setelah tempatnya digusur atau dengan kata lain diminta pergi begitu saja. Namun hal tersebut ditepis oleh pihak Puro Pakualaman.

Pihak Puro Pakualaman melalui juru bicaranya, Gusti Bayu Dono menyebutkan bahwa pihaknya akan memberikan pengganti masing-masing seluas 100 m2  bagi dua keluarga tersebut. Hal itu diungkapkan ketika Gusti Bayu Dono mengadakan kunjungan ke lahan relokasi Desa Kedunsang, Kecamatan Temon, Senin (11/09/2017).

Pernyataan dari pihak Puro Pakualaman tersebut membuat salah seorang warga penghuni lahan PAG Desa Kedundang, Purwo Sugianto lega.

Tentunya merasa lega karena kemarin sempat ada info bahwa kami dibiarkan begitu saja. Akhirnya dapat kejelasan bahwa kami akan dapat pengganti satu petak bersama dengan warga terdampak,” ucap Purwo, Senin(11/09/2017).

Meskipun hanya mendapatkan jatah satu petak seluas 100 m2, namun Purwo tetap bersyukur mengingat lahan yang ia tempati bersama keluarganya bukan lahan milik pribadi. Sebelumnya, Purwo bersama dengan keluarganya menempati sebuah rumah serta mengelola lahan untuk pertanian dengan luasan total mencapai 1.000 m2.

Berbeda dengan Purwo yang menerima keputusan pihak Puro Pakualaman secara lapang dada, warga lain yakni Priyo Purwanto justru melayangkan surat ke pihak Puro Pakualaman untuk meminta tanah dan lahan yang ia kelola selama ini. Surat tersebut dilayangkan oleh Priyo belum lama ini. Adapun tanah yang diminta bersama dengan seorang kerabatnya atas nama Rio tersebut seluas 4.800 m2. 

Menanggapi hal tersebut, Gusti Bayu Dono justru merasa aneh lantaran lahan yang selama ini dikelola oleh Priyo seluas 4.800 m2 tersebut diperuntukkan untuk kepentingan 50 kk lengkap dengan fasilitas umum (fasum) serta fasilitas sosial (fasos) lannya.  

Bayu Dono juga mengungkapkan bahwa lahan yang diminta Priyo tersebut terlalu luas apabila hanya dikelola oleh satu orang saja. Selama ini, warga yang mengelola lahan PAG hanya mendapatkan lahan dengan luas maksimal 200 m2.

Lebih jauh menjelaskan, Bayu Dono menyebut bahwa nama Rio yang ada dalam surat tersebut tidak tinggal di lahan PAG sehingga permintaan tersebut tak akan dikabulkan. 

Saya saja tidak punya lahan seluas itu. Sebsnarnya saya datang ke sininjuga untuk menjawab secara lisan surat tersebut, tapi yang bersangkutan justru tidak datang,” kata Bayu Dono.

Terkait dengan relokasi, Bayu Dono menegaskan bahwa pihaknya akan segera menyiapkan surat kekancingan bagi warga terdampak bandara yang akan tinggal di lahan PAG dengan status hak pakai. Penyerahan surat kekancingan tersebut rencananya akan dilaksanakan setelah data terkait nama dan alamat warga terdampak dinyatakan lengkap dan konkret.