Polemik Tambang Pasir, Warga Hadang Alat Berat
Peristiwa

Polemik Tambang Pasir, Warga Hadang Alat Berat

Galur,(kulonprogo.sorot.co)--Polemik penambangan pasir besi di wilayah Pedukuhan Bleberan, Desa Banaran, Kecamatan Galur terus berlanjut. Alat berat yang melakukan penambangan di lahan bantaran Sungai Progo oleh sejumlah warga yang selama ini mengolah lahan tersebut dengan berbagai tanaman palawija. Warga setempat menuntut agar eksploitasi tambang pasir tidak dilakukan di lahan kengser, meskipun pemrakarsa tambang sudah mengantongi ijin operasional.

Hal ini diungkapkan oleh salah seorang warga setempat, Sumariyo, Selasa (12/09/2017). Meskipun pemrakarsa tambang dalam hal ini PJL sudah mengantongi izin penambangan, namun sama sekali belum pernah melakukan sosialisasi ke masyarakat setempat.

Sosialisasi secara resmi belum pernah dilakukan, dan dahulu katanya hanya melakukan penambangan di sungai tidak di bantaran yang menjadi lahan pertanian oleh warga,” ujar Sumariyo.

Kondisi tersebut menjadikan sejumlah warga yang sudah bertahun-tahun mengolah bantaran Sungai Progo berusaha mempertahankan lahan yang selama ini ditanami berbagai macam tanaman palawija. Mereka menghadang operasional alat berat saat menambang di lahan tersebut. 

Kemaren tanaman cabe warga sudah rusak sehingga tidak bisa memetik hasilnya, agar tidak terjadi hal yang sama sekarang ditunggui oleh beberapa warga yang mengolah lahan tersebut,” tambah Sumariyo.

Setidaknya aktivitas alat berat berupa backhoe dihadang sejumlah warga setempat sejak kemaren hingga hari ini. Mereka pun menuntut agar penambangan dilahan pertanian untuk dihentikan.