Warga Terdampak Bandara Mulai Ikuti Penjurusan Jenis Usaha
Ekonomi

Warga Terdampak Bandara Mulai Ikuti Penjurusan Jenis Usaha

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Warga terdampak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang turut dalam pelatihan kewirausahaan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kini telah masuk ke tahap penjurusan, Rabu (13/09/2017) di Balai Desa Glagah, Kecamatan Temon hingga Kamis (14/09) besok. Sebanyak 50 warga terdampak dari 5 desa tersebut kini tengah fokus menentukan jenis usaha yang akan dirintis setelah mendapatkan ganti rugi.

Pimpinan PT. PNM Cabang Yogyakarta, Puji Riyanto mengungkapkan bahwa pada pendalaman jenis usaha kali ini, pihaknya melakukan pengelompokan warga sesuai dengan jenis usaha yang dipilih.

Ada banyak yang dipilih mukai dari kuliner, kelontong serta jasa. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan awal kemarin. Bisa dibilang penjurusan,” ucap Puji, Rabu (13/09/2017).

Untuk lebih memantapkan para warga terdampak ini, PNM menghadirkan beberapa pengusaha yang telah sukses dibawah bimbingan dan pendampingan PNM. Melalui penjurusan ini, Puji berharap agar usaha yang dirintis oleh para warga terdampak ini bisa membuka lapangan pekerjaan baru. 

Para warga ini akan berdialog langsung dengan pengusaha-pengusaha yang telah sukses. Mereka akan menentukan bagaimana strategi yang dianggap pas untuk usaha yang akan mulai mereka rintis.

Puji menyebutkan pula bahwa paradigma masyarakat yang menganggap menjadi karyawan atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) lebih menjamin ketimbang menjadi wirausaha juga menjadi sebuah sandungan besar  bagi warga yang akan mulai merintis sebuah usaha.

Memang saya akui bahwa menjadi pegawai itu memiliki penghasilan tetap atau fix income, tapi untuk naik jabatan dan meningkatkan penghasilan juga dibutuhkan pengetahuan. Pengetahuan juga dibutuhkan dalam berwirausaha sehingga usaha bisa berkembang dan menciptakan lapangan pekerjaan baru,” kata dia.

Terkait dengan pinjaman modal yang biasannya memberatkan para calon wirausahawan, Puji mengungkapkan bahwa pengalaman dibutuhkan agar modal usaha bisa cepat kembali.

Yang jelas pinjaman modal itu harus disesuaikan berdasarkan dengan kebutuhan,” pungkas Puji.