Debit Air Berkurang, Kebutuhan Irigasi Dijamin Tetap Aman
Ekonomi

Debit Air Berkurang, Kebutuhan Irigasi Dijamin Tetap Aman

Kokap,(kulonprogo.sorot.co)--Sejak beberapa waktu lalu, debit air di Waduk Sermo, Kecamatan Kokap mengalami penurunan akibat musim kemarau. Berdasarkan pantauan di lapangan, penurunan debit air mencapai sekitar 5 meter. Namun begitu, kebutuhan irigasi dan PDAM bagi masyarakat diklaim masih aman.

Menurut Petugas Monitoring Bendungan di Waduk Sermo dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Prabowo Andriyanto menyebutkan bahwa kondisi air di Waduk Sermo masih tergolong aman. Ia menyebut bahwa debit air di Waduk Sermo masuk kategori mengkhawatirkan apabila elevasi mencapai 124 mdpl. 

Kalau sudah pada angka tersebut debit air masuk siaga kekeringan. Saat ini kebutuban irigasi dan PDAM masih terpenuhi,” ungkap Prabowo, Rabu (13/09/2017).

Saat ini, ketinggian air di bendungan Waduk Sermo mencapai 131,20 mdpl atau lebih rendah dari sebelumnya yakni 136,60 mdpl. Meskipun prediksi kemarau akan berlangsung hingga akhir Oktober 2017, Prabowo optimis bahwa ketersediaan air di Waduk Sermo akan tetap aman.

Pasalnya, pada musim kemarau kali ini para petani menanam palawija sehingga tidak membutuhkan banyak air. Hal tersebut merupakan keuntungan tersendiri karena dengan begitu posisi pintu air kemudian ditutup untuk menjaga struktur bendungan serta upaya pengendalian air.

Untuk kebutuhan PDAM, Prabowo menjelaskan secara rinci bahwa pihaknya tak mengalami kendala. Saat ini kapasitas air untuk PDAM sudah  mencapai 150 liter per detik, namun baru bisa dimanfaatkan sekitar 55 meter per detik.

Sedangkan untuk permintaan irigasi, baru Daerah Irigasi (DI) Kamal yang mengajukan. Hal tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengaliran air 300 liter per detik. Kebutuhan air tersebut dimanfaatkan untuk beberapa kebutuhan seperti pengelolaan lahan oleh para petani. Namun hal tersebut sudah dihentikan karena dirasa cukup.

Pihak yang membutuhkan air bisa menyampaikan ke kami dan segera kami tindak lanjuti. Setiap 15 hari kami mengadakan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait untuj evaluasi ketersediaan air,” pungkas Prabowo.