Penetapan Perda Tata Ruang Diperkirakan Meleset
Pemerintahan

Penetapan Perda Tata Ruang Diperkirakan Meleset

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Rencana penetapan Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Raperda RTRW) menjadi Perda RTRW diperkirakan bakal meleset. Awalnya rencana penetapan Perda tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo, Akhid Nuryati mengungkapkan bahwa terdapat kemungkinan keterlambatan pengesahan Perda tersebut. Hal ini lantaran Raperda RTRW merupakan Raperda yang memiliki bobot lebih berat ketimbang dengan Raperda lainnya.

Penetapan agak mundur, karena revisi RTRW Kulon Progo itu mendahului pemerintah provinsi. Saat ini kami masih menanti Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten New Yogyakarta International Airport (NYIA), seperti apa kesiapan masterplan NYIA, itu menjadi dasar kami menetapkan RTRW,” ucap Akhid, Sabtu (07/10/2017).

Akhid menambahkan bahwa diperlukan banyak pertimbangan, pencermatan serta studi yang lebih mendalam sebelum melakukan pengesahan Perda tersebut. Hal itu pula yang  bakal mengundur proses pengesahan. 

Terkait dengan masterplan NYIA, Akhid menyebut bahwa itu merupakan hal yang dinamis, mengingat hingga kini proses perencanaan kawasan masih dalam pembahasan. Sedangkan untuk beberapa Raperda lain, telah disahkan menjadi Perda sejak beberapa waktu lalu.

Pada intinya, kami tidak pernah menunggu. Ketika eksekutif telah menyerahkan dokumen yang akan dibahas kepada DPRD, maka langsung kami bahas,” sambung Akhid.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo tetap optimis bahwa Raperda RTRW dapat disahkan pada waktu yang telah ditargetkan. Terdapat 18 Perda terkait Tata Ruang yang harus segera di selesaikan. Ia juga tak memungkiri bahwa untuk membahas keseluruhannya menghabiskan banyak waktu dan tenaga.

Selain itu, ada pula RDTRK milik 12 kecamatan yang harus dibahas secara maraton. Tiga diantaranya mendesak untuk segera dibahas yakni RDTR Kecamatan Temon, Sentolo serta Wates.