Setiap Hari, Puluhan Armada Truk Tambang Ambil Material Urug dari Luar Kulon Progo
Ekonomi

Setiap Hari, Puluhan Armada Truk Tambang Ambil Material Urug dari Luar Kulon Progo

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Salah satu tuntutan dari kelompok pelaku usaha tambang Gerbang Bintang Selatan yang mendatangi kompleks Pemkab Kulon Progo pada Senin (07/11) kemarin adalah untuk menggunakan sumber daya alam (SDA) asal Kulon Progo dalam proyek pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Salah seorang perwakilan Gerbang Bintang Selatan, Toni Heri Prasetyo mengungkapkan bahwa selama ini material yang digunakan dalam proyek pembangunan bandara NYIA berasal dari wilayah tetangga yakni Kabupaten Purworejo.

"Setiap hari ada sekitar 80 armada tambang dengan kapasitas 34 kubik yang hilir mudik membawa tanah urug dari Purworejo," ungkap Toni, Selasa (08/11/2017).

Menurut Toni, seluruh armada tambang yang mengambil material dari Purworejo tersebut belum memiliki legalitas. Mereka memperbolehkan armada yang mengambil urug dari Purworejo tersebut beroperasi namun harus dengan izin resmi. 

Sementara itu, terkait dengan kesiapan anggota Gerbang Bintang Selatan, Toni menyebut bahwa kelompoknya masih dalam proses mengurus perizinan. Saat ini, izin usaha pertambangan (IUP) belum dikeluarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya MIneral (ESDM) DIY.

Toni menyebut bahwa terdapat 32 perusahaan anggota Gerbang Bintang Selatan  yang sudah mengajukan IUP untuk area penambangan di wilayah Kecamatan Kokap dan Kecamatan Temon. Enam di antara jumlah tersebut  sudah akan diterbitkan. 

"Dalam waktu dekat kami juga akan mendatangi DPU ESDM untuk meminta kejelasan terkait perizinan itu. Kami juga berharap Pemkab  bisa membantu kelancaran proses mengurus perizinan ini," pungkas Toni.