Sejumlah Petani Merugi Akibat Cuaca Buruk
Ekonomi

Sejumlah Petani Merugi Akibat Cuaca Buruk

Galur,(kulonprogo.sorot.co)--Dampak dari siklon tropis Cempaka menyebabkan sejumlah titik di Kulon Progo mengalami bencana alam, salah satunya banjir. Di Kulon Progo, banjir terjadi di Lendah, Panjatan serta Galur.

Selain membuat ribuan warga harus bertahan hidup di pengungsian, sejumlah lahan persawahan juga ikut terendam. Akibatnya, tak sedikit dari para petani yang mengalami kerugian akibat cuaca buruk kali ini.

Seperti yang nampak di areal persawahan melon dan cabai di Pedukuhan Gupit, Karangsewu, Kecamatan Galur. Areal persawahan yang luasnya mencapai ratusan hektare tersebut terendam dan seluruh tanaman di lokasi tersebut dipastikan mengalami gagal panen.

"Terendamnya hampir 50 sentimeter. Cabai saya baru dipanen dua kali, kalau kerendam banjir seperti ini pasti busuk. Padahal belum dapat untung,"ungkap salah seorang petani cabai, Dwi Kusrini, Jumat (02/12/2017).

Diakui oleh Kusrini bahwa memang lahan miliknya ini kerap terendam air ketika cuaca buruk terjadi lantaran letaknya di kawasan pesisir. Namun cuaca buruk yang melanda wilayah Gupit kali ini bisa dibilang yang paling buruk.  

"Kalau sudah gagal panen seperti ini mungkin nanti akan diganti tanaman padi atau palawija yang resikonya kecil ketika cuaca buruk," sambung Kusrini.

Senada dengan Kusrini, salah seorang petani melon di Pedukuhan Gupit juga harus menanggung kerugian mencapai puluhan juta. Melon miliknya yang harusnya bisa dipanen dalam dua hari lagi ini dipastikan bakal membusuk.

"Kalau seperti sudah tidak bisa dipanen. Banjirnya kemarin lumayan besar karena hujan yang lebat. Saya berharap ke depannya nggak parah lagi seperti ini," kata dia.