Kunjungi Korban Banjir, Sultan Ajak Dialog Warga
Peristiwa

Kunjungi Korban Banjir, Sultan Ajak Dialog Warga

Panjatan,(kulonprogo.sorot.co)--Korban banjir akibat siklon tropis Cempaka di Kulon Progo mendapatkan perhatian dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Raja Jogja ini melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi pengungsian korban banjir di Kecamatan Panjatan, Sabtu (02/12/2017).

Dalam kunjungannya, Sultan juga sempat melakukan dialog dengan sejumlah warga penghuni pengungsian. Ia juga sempat meninjau lokasi jebolnya tanggul sungai yang mengakibatkan sejumlah desa di Kecamatan Panjatan terendam.

Status darurat bencana juga sudah di tetapkan oleh Pemda DIY. Status tersebut berlaku sejak Jumat(01/12) kemarin hingga dua pekan mendatang. Seperti diketahui sejumlah daerah di DIY juga mengalami bencana. Sebelum ke Kulon Progo, Sultan telah melakukan kunjungan ke Sleman, Bantul dan Gunungkidul yang kondisinya dianggap lebih parah.

"Status darurat bencana sudah kita tetapkan selama dua minggu. Apabila belum bisa teratasi akan diperpanjang dua minggu lagi. Semoga ini (bencana) menjadi yang pertama dan terakhir," ungkap Sultan, Sabtu (02/12/2017).

Sultan berharap melalui status tanggap darurat tersebut, Pemda bisa segera mengalokasikan anggaran lebih cepat untuk membantu para pengungsi serta untuk percepatan perbaikan infrastruktur. 

Untuk tanggul yang jebol akan ditangani BBWSO (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak). Warga tetap harus waspada karena bencana masih mungkin terjadi,” sambung Sultan.

Di hadapan Sultan, Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo memaparkan bahwa akibat siklon tropis Cempaka, ratusan rumah terendam banjir di wilayah Gakur, Panjatan dan Lendah. Sebagian Wates, Sentolo dan Temon juga ikut terendam banjir.

"Untuk longsor di wilayah perbukitan Menoreh meliputi Kokap, Samigaluh, Girimulyo dan Kalibawang. Korban banjir paling banyak di Panjatan, sedangkan korban longsor ada di Girimulyo. Ada dua korban dan sudah berhasil dievakuasi untuk dimakamkan," ungkap Hasto.