Petugas Gabungan Disiagakan, Kapolres Minta Pengosongan Lahan Tak Berujung Kontak Fisik
Peristiwa

Petugas Gabungan Disiagakan, Kapolres Minta Pengosongan Lahan Tak Berujung Kontak Fisik

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Proses pengosongan lahan atau land clearing bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) telah dimulai kembali, Senin (04/12/2017). Sejumlah alat berat mulai dikerahkan untuk merobohkan pohon dan bangunan yang masih berdiri di lokasi Izin Pembebasan Lahan (IPL) bandara.

Berdasarkan pantauan sorot.co di Desa Palihan, Kecamatan Temon, terdapat empat unit alat berat yang beroperasi. Ratusan mahasiswa, aktivis penolak bandara serta warga penolak bandara yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) juga masih berada di sekitar lokasi pengosongan setelah sebelumnya melakukan doa bersama dan Salat Gaib di euas Jalan Deandels.

Kapolres Kulon Progo, AKBP Irfan Rifai menyampaikan, dalam pengosongan kali ini terdapat 264 personel gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP, Kejaksaan Tinggi, PT Angkasa Pura I dan sejumlah unsur yang dilibatkan.

"Untuk dari Polres Kulon Progo sendiri ada 144 personil, 25 diantaranya kami kerahkan polwan (polisi wanita). Pengerahan anggota polwan itu juga perintah dari Kapolda DIY" ungkap Irfan, Senin (04/12/2017).

Dia menekankan kepada anggotanya agar tak melakukan kontak fisik yang sifatnya menyakiti terhadap warga, aktivis dan mahasiswa seandainya suasana mulai memanas. 

Sementara itu, Manajer Proyek pembangunan NYIA dari PT Angkasa Pura I, R Sujiastono berujar bahwa pada pengosongan kali ini, pihaknya melakukan perobohan terhadap bangunan yang sudah benar-benar kosong. 

"Kita fokus pada rumah yang benar-benar kosong dahulu. Yang belum kosong kita tunggu sampai kosong," kata dia.