Geng Klithih Kembali Beraksi Bikin Resah Warga
Peristiwa

Geng Klithih Kembali Beraksi Bikin Resah Warga

Sentolo,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah warga Pedukuhan Gembongan, Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo, dikagetkan adanya teriakan minta tolong dari dua orang remaja pada Minggu (3/12/2017) sekira pukul 02.00 WIB. Dua remaja yang sempat mengalami syok ini diduga hendak menjadi korban tindak kriminalitas dari empat orang yang yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Menurut penuturan Parwanto, salah seorang warga setempat yang rumahnya dijadikan tempat berlindung dari dua orang korban yang diduga hendak menjadi sasaran tindak kriminalitas saat ditemui Senin (4/12/2017). Secara tiba-tiba mendengar teriakan minta tolong yang berada tepat didepan rumahnya.

Saat itu saya masih melihat televisi, mendadak ada teriakan minta tolong yang kemudian disusul suara seperti benda terjatuh. Saya juga sempat ragu mau keluar rumah karena sudah dini hari. Hanya selang sekejap ternyata di depan rumah saya sudah ada dua remaja yang kelihatan ketakutan sekali,” papar Parwanto.

Dirinya kemudian berupaya memberitahukan ke sejumlah tetangga dan para pemuda setempat. Tidak berselang lama sejumlah warga sudah berkumpul di rumah Parwanto untuk mengetahui peristiwa yang tengah terjadi. 

Mereka sempat kita tanya, ternyata dikejar oleh dua pengendara motor jenis Kawasaki KLX serta jenis matic yang semua berboncengan. Dua remaja itu sempat melihat pengendara matic yang mengejar tiba-tiba menghunus seperti senjata tajam. Saking takutnya pagar bambu rumah saya ditabrak kemudian lari ke depan rumah saya sambil teriak minta tolong, tambah Parwanto.

Setelah merasa aman berada di tengah-tengah warga, dugaan pelaku yang tadinya mengarah ke selatan mendadak balik lagi serta diperkirakan menyeret seperti benda tajam di jalan aspal.

Iya memang terdengar suara seperti benda tajam yang diseret di jalan aspal dan saat itu korban juga mengenali ciri-ciri dari helm yang dipakai pelaku. Kemaren pengakuannya mereka warga Desa Demen Kecamatan Temon, kalau namanya malah enggak sempat kita tanya. Dan mereka pulang setelah suasana jalur nasional ramai oleh arus lalu lintas, pungkas Parwanto.