Giliran Sembilan Rumah di Dua Desa Diruntuhkan
Peristiwa

Giliran Sembilan Rumah di Dua Desa Diruntuhkan

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Proses pengosongan lahan atau landclearing tanah bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon masih berlanjut pada Selasa (05/12/2017). 

Tampak enam unit alat berat (backhoe) mulai merobohkan sejumlah rumah di Desa Palihan dan Desa Glagah, Kecamatan Temon sejak Selasa pagi. Pada hari ini, PT Angkasa Pura I menargetkan sembilan rumah yang sudah tak berpenghuni di kedua desa tersebut roboh hari ini.

Sejumlah pohon yang berdiri di dekat rumah warga penolak juga tak luput dari hantaman alat berat. Kondisi yang demikian membuat rumah warga penolak tampak mencolok diantara puing-puing bangunan.

Kepala Departemen Komunikasi Korporasi PT Angkasa Pura I, Awaluddin berujar, pihaknya masih tetap pada prinsip awal untuk merobohkan bangunan dan pohon yang telah putus hubungan hukumnya di pengadilan.

"Senin (04/12) kemarin sudah ada 29 rumah yang roboh. Hari ini kita akan merobohkan 9 rumah yang sudah benar-benar kosong," ungkap Awaluddin, Selasa (05/12/2017).

Menurut Awaluddin, masih terdapat 30 rumah milik warga penolak yang masih ditempati dan belum kosong. Ia berharap agar warga segera sadar dan segera meninggalkan bangunan rumahnya. PT Angkasa Pura I juga berjanji tak akan melakukan penggusuran paksa terhadap warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing. 

Terkait dengan aksi saling dorong antara aparat dengan sejumlah warga penolak yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) dam sejumlah mahasiswa, Awaluddin mengaku tak terlalu ambil pusing.

"Itu sudah kewenangan aparat keamanan. Pada prinsipnya mereka tetap menjaga hak asasi warga dan mengedepankan tindakan persuasif dan humanis," kata dia.