Gandeng Bule Mengajar, Disdikpora Gelar Debat Bahasa Inggris
Pendidikan

Gandeng Bule Mengajar, Disdikpora Gelar Debat Bahasa Inggris

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo Bidang Pemuda dan Olahraga, menggandeng lembaga bule mengajar untuk menggelar debat Bahasa Inggris yang diikuti oleh sejumlah pemuda se Kabupaten Kulon Progo, Selasa (5/12/2017) di Aula Kantor Bidang Pemuda dan Olahraga setempat.

Menurut Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Disdikpora Kabupaten Kulon Progo, Budi Hartono, lomba debat Bahasa Inggris untuk pemuda sengaja digelar dalam rangka menghadapi era globalisasi serta menyambut keberadaan pembangunan Bandara internasional diwilayah Kecamatan Temon.

Kita dari dinas memang berniat menyiapkan sumberdaya pemuda, dimana saat ini sudah memasuki era globalisasi yang semuanya bisa didapatkan dengan cara-cara yang sangat instan. Apalagi keberadaan bandara internasional yang sekarang proses pembangunannya sudah dimulai kita pandang perlu adanya peningkatan sumberdaya dari masyarakat Kulon Progo, dalam menyambut beroperasinya bandara tersebut. Sehingga kita ingin para pemuda di sini bisa ikut berperan dan mendapatkan dampak positif dari adanya pembangunan bandara tersebut, papar Budi Hartono.

Sementara menurut Ketua Lembaga Bule Mengajar, Lia Andalina Gracia, terdapat 5 tim yang ikut lomba dengan masing-masing tim terdiri dari 2 orang dan mewakili dari 5 kecamatan, yakni kecamatan Wates, Pengasih, Temon, Panjatan dan Kecamatan Sentolo. 

Ini baru pertama kali kita selenggarakan dan dari yang meraih juara akan kita libatkan dalam lembaga bule mengajar untuk memberikan latihan dibeberapa desa yang sekarang menjadi binaan lembaga kita, ungkap Lia.

Sedangkan dari tim peserta yang berhasil meraih juara akan diberikan uang pembinaan sebesar Rp 500 ribu untuk juara I dan Rp 300 ribu untuk juara II serta mendapatkan piagam penghargaan.

Dalam debat ini kita mengangkat tema, perspektif pemuda dalam melihat perkembangan pembangunan di Kulon Progo. Dengan kriteria penilaian meliputi, kemampuan berbahasa Inggris, pengucapan, pelafalan, dan penyampaian argumen saat debat,” pungkas Lia.