Ini Kata Mahasiswa yang Diamankan Polisi
Peristiwa

Ini Kata Mahasiswa yang Diamankan Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Tiga diantara 12 mahasiswa yang diamankan di Polres Kulon Progo di lokasi pengosongan lahan atau landclearing bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Desa Palihan, Kecamatan Temon pada Selasa (05/12/2017) diketahui merupakan anggota pers mahasiswa (persma) yang tengah melakukan kegiatan peliputan. Sedangkan sisanya turut dalam aksi solidaritas penolakan bandara.

Salah seorang anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ekspersi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Aris Setiawan Rimbawana (21) menuturkan, sebelum diamankan oleh aparat, dirinya sempat mendapatkan perlakuan kasar dari sejumlah oknum aparat.

"Saya sempat diseret, ditendang dan dijambak. Kartu pers dan kamera saya tadi juga sempat disita. Kamera sudah dikembalikan tapi kartu persnya belum," ungkap dia di Mapolres Kulon Progo, Selasa (05/12/2017).

Ia berujar bahwa ia bersama dengan satu orang rekannya dari LPM Ekspresi dan LPM Rhetor Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga memang melakukan kegiatan peliputan kala pengosongan lahan dilanjutkan. Namun mereka juga turut dalam aksi solidaritas penolakan bersama anggota Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP). 

"Saya dan dua orang jurnalis kampus lainnya saat itu sedang liputan. Tapi kemarin saya sudah kemari untuk ikut aksi solidaritas," ungkap dia.

Dikatakan pula oleh Aris, terkait dengan keberadaan mahasiswa di sejumlah rumah milik warga penolak yang tak meminta izin sebelumnya, ia beranggapan bahwa mereka tak memerlukan izin.

Mereka mengira seiring dengan proses pengosongan lahan di Desa Palihan juga membuat pemerintahan desa juga ikut hilang. Sedangkan kondisi sebenarnya, aparat Pemerintahan Desa Palihan masih berjalan dipimpin oleh Kalisa Paraharyana.

"Pemerintahan desa kan sudah nggak ada. Jadi saya kira nggak perlu pakai izin. Kita nggak tahu kalau masih ada kadesnya," kata dia.

Hingga saat ini seluruh mahasiwa yang diamankan oleh aparat keamanan masih berada di Mapolres Kulon Progo untuk dimintai keterangan oleh petugas.