LBH Yogyakarta Sayangkan Tindak Represif Saat Proses Land Clearing
Peristiwa

LBH Yogyakarta Sayangkan Tindak Represif Saat Proses Land Clearing

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta menyayangkan tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap sejumlah mahasiswa dan warga penolak dalam proses pengosongan lahan atau landclearing bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Selasa (05/12/2017).

Buntut dari tindakan represif tersebut, sebanyak 15 orang mahasiswa dan tiga diantaranya merupakan pegiat pers mahasiswa (persma) digelandang ke Mapolres Kulon Progo. Mereka diamankan dan diperiksa di salah satu ruangan Satuan Reserse Kriminal Polres Kulon Progo.

Gandar Mahojwala, Koordinator Divisi Advokasi LBH Yogyakarta berujar bahwa aparat dalam tindakan tersebut terkesan mengesampingkan Hak Asasi Manusia (HAM). Pihaknya juga mengaku belum mendengar dugaan provokasi yang dilakukan oleh 15 orang tersebut.

"Kami mengecam keras tindakan yang dilakukan oleh aparat terhadap aktivis dan massa. Seharusnya aparat menjunjung tinggi instrumen HAM dalam aktivitasnya karena sudah diatur pula terkait penggusuran paksa," kata Gandar, Selasa sore ketika ditemui di Mapolres Kulon Progo.

Terkait dengan keberadaan sejumlah mahasiswa di wilayah Temon sejak beberapa hari tanpa izin dan dianggap melanggar Perda Kulon Progo Nomor 4 Tahun 2013, Gandar menyebut bahwa pihaknya belum menerima laporan akan hal tersebut. 

"Dari kejadian ini kami melihat pemerintah belum siap melihat adanya perbedaan pandangan di masyarakat. Sehingga ada legitimasi ataupun alasan-alasan," pungkas Gandar.