Jaga Kondusifitas, Hari Ini Calon Lahan Bandara Relatif Sepi
Peristiwa

Jaga Kondusifitas, Hari Ini Calon Lahan Bandara Relatif Sepi

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Pasca aksi saling dorong yang terjadi dalam proses pengosongan lahan atau landclearing bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon pada Selasa (05/12) kemarin, hari ini suasana di lokasi Izin Penetapan Lahan (IPL) Bandara NYIA tampak lengang.

Berdasarkan pantauan sorot.co di lapangan pada Rabu (06/12/2017) siang, sejumlah alat berat yang kemarin di kerahkan untuk merobohkan rumah dan pohon, hari ini hanya terparkir di hamparan lahan di tengah reruntuhan bangunan. Tak terdapat aktivitas perobohan di lokasi tersebut.

Sementar itu, di sekitaran posko aksi solidaritas penolakan bandara dan posko Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) di Masjid Al Hidayah, Pedukuhan Kragon II, Desa Palihan, Kecamatan Temon, sejumlah aktivis yang sebagian besar merupakan mahasiswa masih berdatangan dan bertahan di lokasi tersebut.

Kapolres Kulon Progo, AKBP Irfan Rifai menyatakan, berdasarkan hasil komunikasi dengan pihak PT Angkasa Pura I, kegiatan pengosongan lahan ditunda hingga ada keputusan menyusul. Namun begitu, pihaknya mengaku tetap melakukan pemantauan di sekitaran lokasi IPL bandara NYIA.

"Untuk meredam suasana, sementara ini dari pihak PT Angkasa Pura I menghendaki proses dihentikan sementara. Paling tidak sampai pekan depan," kata Irfan, Rabu (06/12/2017) ditemui di Mapolres Kulon Progo.

Dilanjutkan oleh Irfan, berdasarkan laporan, hingga Selasa malam tadi, setidaknya ada sekitar 200 aktivis yang mendatangi posko PWPP-KP untuk turut dalam aksi solidaritas. Selain bertahan di Masjid Al Hidayah, sejumlah aktivis juga tingggal di beberapa rumah warga penolak.  

Juru Bicara Aliansi Tolak Bandara Kulon Progo, Heronimus Heron berujar hingga saat ini jumlah aktivis yang berada di posko dan sejumlah rumah warga masih terus bertambah. Mereka yang sebagian besar merupakan mahasiswa datang dari sejumlah perguruan tinggi.

"Saat ini masih berdatangan. Kita tetap bertahan di sini membantu warga dan berkoordinasi dengan warga. Apa yang jadi keputusan warga kita dukung," kata dia.