KUA Minta Warga yang Nikah Siri Taati Hukum Negara
Sosial

KUA Minta Warga yang Nikah Siri Taati Hukum Negara

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Maraknya pernikahan siri yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakatmembuat Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pengasih sebagai lembaga yang berwenang dalam mencatat sebuah pernikahan menggelar sosialisasi, Rabu (6/12/2017) di Balai Desa Sendangsari. Belasan Kaum Rois beserta takmir masjid mengikuti sosialisasi hukum nikah siri yang disampaikan oleh Kepala KUA Kecamatan Pengasih, Abdurahman.

Dalam sosialisasi tersebut, Abdurahman, meskipun pernikahan siri dalam agama dibenarkan, namun terdapat pula aturan hukum di negara Indonesia yang mewajibkan agar tiap warga negara melakukan pernikahan yang dicatatkan di lembaga pemerintah.

Kalau kita lihat dari sisi agama pernikahan tersebut bisa dibenarkan, tapi dengan adanya pernikahan siri yang sering dilakukan dengan diam-diam biasanya sedang menyembunyikan sesuatu. Sehingga apabila hal itu tetap dilakukan justru bisa lebih banyak tidak manfaatnya,papar Abdurahman.

Ditambahkan juga sesuai dengan Pasal 4 Kompilasi Hukum Islam juncto Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, disebutkan perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya. Namun dalam ayat 2 disebutkan, bahwa tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku. 

Jadi dari amanat undang-undang itu, tiap pasangan yang sudah melakukan perkawinan mempunyai kewajiban mencatatkan perkawinannya di KUA. Kalau ada di tengah-tengah masyarakat kita yang seperti itu, bisa saja disarankan untuk melakukan isbat di kantor Pengadilan Agama setempat, tapi hal ini juga ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Sehingga kita berharap dari beberapa tokoh warga yang sekarang hadir, nantinya bisa menyosialisasikan ke warga yang lain saat mengetahui adanya perkawinan tersebut,” pungkas Abdurahman.