Bencana di Kulon Progo Akibatkan Kerugian Hingga Rp 10 Miliar
Peristiwa

Bencana di Kulon Progo Akibatkan Kerugian Hingga Rp 10 Miliar

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mencatat kerugian material akibat bencana yang melanda Kulon Progo beberapa waktu lalu mencapai Rp 10 miliar lebih. Hal tersebut terjadi lantaran sejumlah infrastruktur rusak akibat diterjang banjir, tanah longsor dan sejumlah kejadian pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Gusdi Hartono menyebut bahwa kerugian yang ditanggung Pemkab Kulon Progo adalah Rp 10,78 miliar. Kerugian dicatat berdasarkan kerusakan akibat bencana sejak 25-30 November 2017.

Kerugian yang ditanggung pemerintah tersebut dirinci berdasarkan jumlah kejadian di masing-masing kecamatan. Bencana melanda seluruh kecamatan yang ada di Kulon Progo. Kerugian terbesar akibat bencana di Kecamatan Panjatan yang mencapai Rp 10,2 miliar.

"Di Panjatan terjadi empat kejadian dan mengakibatkan kerugian paling besar. Kemudian Girimulyo bencana terjadi di 20 titik, 1 titik angin kencang dan sisanya pohon tumbang," ungkap Gusdi, Kamis (07/12/2017).

Adapun kerugian di kecamatan lainnya yakni Rp52 juta untuk Kecamatan Galur, akibat dua kejadian. Selanjutnya Kecamatan Kalibawang mengalami kerugian Rp126 juta akibat sembilan kejadian, dan Kecamatan Kokap yang mengalami kerugian Rp134 juta, disebabkan 24 titik kejadian.  

Sedangkan di Kecamatan Pengasih terdapat  tujuh titik kejadian, menanggung kerugian Rp 67 juta. Sedangkan Kecamatan Samigaluh ada kerugian Rp25 juta karena 12 titik kejadian, dan Kecamatan Temon dengan tujuh lokasi titik kejadian, kerugian mencapai Rp16 juta.

Sementara itu, Kecamatan Wates dan Sentolo masing-masing mengalami kerugian Rp2 juta, dan kerugian yang dialami Kecamatan Lendah belum teridentifikasi.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo, Suhardiyana mengungkapkan, total data kerugian bencana alam yang disampaikan di atas masih bersifat sementara. Kini Pemkab Kulon Progo telah mengundang konsultan keuangan untuk melakukan oenghitungan kembali total kerugian akibat bencana alam.

"Hungga 30 November, bencana yang terjadi ada 22 titik tanah longsor dan 13 titik kejadian pohon tumbang. Selain itu ada juga tanggul jebil, rumah jebol dan pergeseran ataupun retakan tanah. Banjir ada di tiga titik," kata dia.