Siswa Sekolah Penerbangan Jogja Tanam Ribuan Bibit Mangrove di Trisik
Peristiwa

Siswa Sekolah Penerbangan Jogja Tanam Ribuan Bibit Mangrove di Trisik

Galur,(kulonprogo.sorot.co)--Siswa SMK Penerbangan Angkasa Ardhya Garini (AAG) Adisutipto Yogyakarta melakukan penanaman 1.000 batang bibit bakau atau mangrove di Pantai Trisik, Kecamatan Galur, pada Kamis (04/01/2018). Aksi penanaman bibit mangrove ini dilakukan sebagai rangkaian peringatan HUT ke-6 Sekolah tersebut.

Kepala SMK AAG Adisutjipto Yogyakarta, Mayor Tehnik Nur Haryanto mengungkapkan, penanaman bibit mangrove ini merupakan aksi yang kedua. Sebelumnya penanaman bibit mangrove telah dilakukan di wilayah Baros, Kretek, Kabupaten Bantul.

Kami melihat kondisi lingkungan di sini sudah tercemar. Dengan keberadaan pohon bakau diharapkan bisa menjadi filter dari pencemaran lingkungan. Hari ini kita menanam 1.000 bibit bakau,” ungkap Nur Haryanto, Kamis siang.

Lebih lanjut dijelaskan, aksi penanaman mangrove ini juga untuk mengenalkan para anak didik agar lebih memperdulikan kebersihan lingkungan. Dalam aksi kali ini, selain guru, seluruh siswa dari kelas X hingga kelas XII diajak untuk turun menanam langsung bibit mangrove. 

Sementara itu, Ketua Karangtaruna Mekar Desa Banaran, Kecamatan Galur, Edi Yulianto mengungkapkan, tanaman bakau mulai ditanam di wilayah sekitaran Pantai Trisik sejak dua tahun lalu. Penanaman bakau mulai dilakukan ketika aktivitas tambak udang dan tambak ikan mulai berlangsung pada tahun 2013.

Kegiatan penanaman mangrove di Pantai Trisik memang dimotori oleh anak-anak muda setempat yang tergabung dalam karangtaruna desa maupun karangtaruna dusun. Sampai saat ini, sudah ada beberapa perguruan tinggi, sekolah ataupun instansi yang menanam bakau di sini,” kata Edi.

Edi menyebut, ia bersama kawan-kawannya telah mencoba menanam sejumlah jenis pohon bakau di Trisik. Namun, ternyata tak semua jenis pohon bakau mampu bertahan hidup di perairan Trisik yang cenderung panas ketika siang hari.

Sampai saat ini yang bisa bertahan hanya jenis Rizophora Mucronata. Jenis ini mampu bertahan di air yang bersuhu panas. Soalnya kalau siang hari disini airnya pasti panas,” kata Edi.