Awalnya Predator, Ikan Ini Akhirnya Justru Dibudidayakan
Ekonomi

Awalnya Predator, Ikan Ini Akhirnya Justru Dibudidayakan

Galur,(kulonprogo.sorot.co)--Serangan predator di tambak budidaya ikan bandeng miilik warga di Pantai Trisik kini justru jadi komoditi utama para pembudidaya ikan. Kini, para pembudidaya ikan di Trisik tengah asyik memanen ikan nila hitam.

Ketua Kelompok Bandeng Jaya Trisik, Supoyo mengungkapkan, awalnya para warga membudidayakan ikan bandeng. Ketika ikan bandeng masih berukuran kecil, pemerintah justru memberikan bibit ikan nila hitam, padahal saat itu para pembudidaya masih membutuhkan bibit ikan bandeng.

Tebaran bibit ikan nila hitam inilah yang menjadi awal kepunahan ikan bandeng di kolam milik para pembudidaya. Ikan nila hitam terus memangsa ikan bandeng yang berukuran kecil dan belum gesit.

Ketika itu, para pembudidaya sempat ingin menebar bibit yang bersifat predator bagi ikan nila hitam. Namun hal itu nyatanya tak bisa dipenuhi oleh para pembudidaya, hingga akhirnya para pembudidaya memilih merawat ikan nila hitam tersebut hingga panen.

"Sebetulnya budidaya bandeng memberikan hasil menjanjikan. Pernah satu kali panen satu kolam saja bisa sampai dua ton," kata Supoyo, Kamis (04/01/2018). 

Dilanjutkan Supoyo, hingga saat ini dirinya bersama pembudidaya lainnya masih saja sibuk memanen ikan nila hitam. Setidaknya mereka telah melakukan enam kali panen hingga Kamis (04/01/2018). Setiap kali panen, mereka mampu mendapatkan dua hingga tiga kuintal ikan nila hitam. 

Kelompok tersebut memiliki empat kolam bandeng. Salah satu diantaranya memiliki luasan hampir mencapai satu hektare. Dalam sekali panen, dari seluruh kolam tersebut diperkirakan bisa menghasilkan enam ton ikan nila. 

"Tapi kalau musim kemarau, hasil panen bisa menurun drastis karena banyak ikan yang mati. Nila di sini dipanen setelah berumur empat bulan," sambung Supoyo.

Hasil panenan tersebut kemudian akan diambil oleh beberapa tengkulak dari Yogyakarta. Para tengkulak ini kemudian akan dikirimkan ke wilayah Pati, Jawa Timur. Setiap kilogramnya, pembudidaya menjual ikan nila hitam kepada tengkulak dengan harga Rp 15 ribu. Sedangkan nila merah dijual kepada tengkulak dengan harga Rp 22 ribu.

Perawatan ikan nila menurut Supoyo terbilang mudah. Para pembudidaya cukup menebar benih kemudian ketika masa panen segera melakukan panen. Untuk pakan, nila cukup diberi pakan alami, berasal dari buangan tambak udang yang berada tak jauh dari tambak ikan milik kelompok. 

"Di sekitar kolam juga ada tanaman bakau yang bisa mengurangi cemaean yang terkandung dalam pakan. Pakan ini membuat nila cepat tumbuh dan berkembang," pungkas Supoyo.