Soal Audiensi dengan Pemkab, PWPPKP: Kami Tidak Kenal Mereka!
Peristiwa

Soal Audiensi dengan Pemkab, PWPPKP: Kami Tidak Kenal Mereka!

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Rencana audiensi antara Pemkab Kulon Progo dengan warga penolak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) kemungkinan besar tak akan terlaksana.

Humas PWPP-KP, Agus Widodo ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa ajakan pertemuan yang diajukan kepada Pemkab Kulon Progo maupun PT Angkasa Pura I bukanlah dari PWPP-KP.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, PWPP-KP tak pernah merencanakan pertemuan untuk berudiensi dengan Pemkab Kulon Progo maupun Angkasa Pura I. Dikatakan olehnya, orang atau organisasi yang mengatasnamakan relawan penolak bandara dan mengajak Pemkab Kulon Progo untuk berudiensi telah mencoreng perjuangan PWPP-KP selama ini.

Belakangan diketahui bahwa sebelumnya sempat terjadi pertemuan antara salah satu organisasi mahasiswa yang mengatasnamakan sebagai relawan tolak bandara dengan PT Angkasa Pura I. Berdasarkan pertemuan itu, kemudian organisasi tersebut menginginkan pertemuan dengan Pemkab Kulon Progo.

"Kami tidak mengenal mereka, mereka bukan bagian dari PWPP-KP. Tapi kalau mereka mengatasnamakan relawan penolak bandara silahkan saja, itu hak mereka," ungkap Agus, Jumat (05/01/2018). 

Ditambahkan Agus, selama ini PWPP-KP tak pernah meminta siapapun atau organisasi manapun untuk merekomendasikan audiensi terkait pembangunan NYIA dengan pamangku kepentingan terkait. Sampai saat ini, PWPP-KP masih bertahan menolak pembangunan NYIA tanpa syarat. 

Agus menyebut terdapat syarat tertentu yang ditetapkan dan diikuti bagi setiap orang untuk bisa menjadi relawan bersama dengan PWPP-KP. Pihaknya tak pernah melihat asal organisasi seseorang yang mendeklarasikan diri sebagai relawan, namun melihat mereka sebagai perseorangan.

"Karena kalau organisasi, kalau di dalamnya ada prinsip yang bertentangan dengan PWPP-KP maka kami tidak mengakui mereka," kata Agus.