Ruang Dialog Antara Pemkab dan PWPP-KP Masih Mustahil
Ekonomi

Ruang Dialog Antara Pemkab dan PWPP-KP Masih Mustahil

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Warga penolak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) secara terang-terangan menyebut bahwa mereka tak pernah membuka komunikasi dengan pihak manapun.

Humas PWPP-KP, Agus Widodo berujar bahwa saat ini pihaknya masih fokus pada tonggak perjuangan menolak pembangunan bandara NYIA tanpa syarat. PWPP-KP juga belum berencana untuk membuka jalur komunikasi terkait pembangunan bandara NYIA yang nantinya akan menggusur keberadaan mereka.

"Intinya warga ingin rencana pembangunan bandara dihentikan dengan alasan salah satunya karena merebut hak asasi manusia warga sebagai Warga Negara Indonesia untuk hidup dan tinggal di situ. Hak kami dilindungi negara," ungkap Agus, Jumat (05/01/2018) ketika dihubungi sorot.co.

Hingga saat ini, kemungkinan membuka ruang audiensi bersama Pemkab Kulon Progo tak akan pernah digubris PWPP-KP apabila tujuannya untuk membujuk agar mau menyerahkan hak atas kepemilikan tanah mereka. 

"Tidak ada negoisasi atau rembukan dan sebagainya. Karena ujung-ujungnya kami dipaksa menyerahkan tanah, padahal kami bersikukuh untuk tidak menyerahkan aset kami," sambung Agus.

Sampai saat ini, masih ada sekitar 38 rumah yang menyatakan menolak pembangunan NYIA. Total dari mereka mencapai 300 hingga 400 Kepala Keluarga. Mereka masih ingin bercocok tanam dan mekakukan aktivitas di tanah kelahiran mereka.