Teriakan Warga dan Aksi Saling Dorong Warnai Pengosongan Lahan
Peristiwa

Teriakan Warga dan Aksi Saling Dorong Warnai Pengosongan Lahan

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Proses pengosongan lahan atau land clearing lahan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon masih terus berlangsung hingga Senin (08/01/2018). Berdasarkan pantauan sorot.co di lahan wilayah Desa Palihan, Kecamatan Temon, setidaknya terdapat empat unit alat berat yang dikerahkan untuk merobohkan rumah dan pohon di atas Izin Penetapan Lahan (IPL) NYIA.

Ketika alat berat menerjang pohon milik warga penolak yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP), sejumlah warga mencoba menghadang dan sempat meneriaki petugas kepolisian yang mengamankan beroperasinya alat berat. Teriakan dari warga bersautan dengan suara pohon yang dirobohkan oleh alat berat.

"Itu pohon milik warga kenapa dirobohkan. Kenapa kalian tidak melindungi warga," teriak salah seorang warga yang diketahui bernama Ponirah, Senin (07/01/2018).

Suasana semaikn memanas ketika tiga orang warga dan aktivis mencoba menerobos barikade yang dibuat oleh petugas kepolisian. Ketiga orang tersebut akhirnya terpaksa diseret oleh anggota kepolisian. Melihat itu, warga lain pun terlibat aksi saling dorong bersama dengan petugas kepolisian. 

"Ini masih tanah warga, kenapa petugas menghalangi kami. Kami tidak rela sampai mati, akan saya ingat," teriak warga lain.

Saat ini, proses pengosongan lahan masih akan dilakukan. PT Angkasa Pura I berencana meratakan dan mengosongkan 35 bidang milik 31 warga. Seluruh bidang tersebut tersebar di Desa Palihan dan Desa Glagah.