Semangat Sembuh dari Penyakit Kronis, Ratusan Prolanis Lakukan Ini
Peristiwa

Semangat Sembuh dari Penyakit Kronis, Ratusan Prolanis Lakukan Ini

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Ratusan pasien pengidap penyakit kronis, Minggu (14/01/2018) menggelar wisata olahraga di objek wisata pantai Ayah dan Goa Jatijajar, Kabupaten Kebumen. Ratusan pasien yang mayoritas berusia diatas 60 tahun ini, berada dibawah naungan Pengelolaan Pasien Penyakit Kronis (Prolanis) Gangsar Asih Klinik Pengasih Husada yang sudah dirintis sejak 4 tahun silam.

Menurut dokter pendamping dari ratusan pasien berpenyakit kronis, dr. Salamah Sri Nurhayati, sejak didirikan beberapa tahun silam jumlah anggota terdapat 15 pasien, namun seiring perkembangan waktu jumlah anggota terus bertambah mencapai 164 peserta yang mengidap penyakit kronis.

"Di Kulon Progo, penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes berada di ranking 5 besar yang kemudian mereka mengidap komplikasi. Dari prolanis kita ada beberapa treatmen yang kita terapkan, salah satunya wisata olah raga, agar mereka memiliki kondisi psykhis yang nyaman," ungkap dr. Salamah SN.

Berbagai upaya penyembuhan diterapkan oleh pihak prolanis Gangsar Asih, baik berupa kontrol kesehatan secara rutin, minum obat sesuai anjuran, mengkonsumsi menu makanan rendah kalori, garam dan lemak, olahraga secara rutin serta istirahat dengan cukup. 

"Berwisata seperti ini rutin kita lakukan tiap tahun, di lokasi para peserta akan melakukan senam sehat dan mengikuti penyuluhan kesehatan. Untuk pendampingan dari para pasien juga rutin kita lakukan, baik berupa home visit maupun mengarahkan mereka pada kemandirian, sehingga bisa lebih aktif serta untuk mengurangi terjadinya insiden komplikasi," papar dr. Salamah SN.

Sedangkan ratusan peserta Prolanis Gangsar Asih ini memiliki pasien termuda berusia 35 tahun dan pasien tertua berusia 84 tahun. Selain diselenggarakan senam sehat secara rutin tiap seminggu dua kali juga dilakukan pendampingan dan edukasi kesehatan bagi para peserta.

"Harapan kita, mereka tetap sehat dan mandiri, baik jasmani dan rohani maupun psikis, tidak menjadi beban bagi keluarga, dan akhirnya kunjungan mereka ke Prolanis bukan kunjungan sakit tapi kunjungan sehat, sesua dengan program pemerintah, gerakan masyarakat hidup sehat," pungkasnya.