Relokasi Makam di Lahan NYIA Masih Belum Beres
Peristiwa

Relokasi Makam di Lahan NYIA Masih Belum Beres

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah kendala masih menghambat proses relokasi makam milik warga terdampak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Setidaknya terdapat dua hal yang menghambat proses relokasi makam.

Tak diperbolehkannya makam warga penolak untuk dipindah serta masih adanya pemerintah desa yang belum bersepekat dengan PT Angkasa Pura I terkaut relokasi makam adalah masalah yang belum terpecahkan.

Di Desa Palihan, Kecamatan Temon terdapat 8 makam warga terdampak yang belum dipindah. Dua makam di Pedukuhan Munggangan serta enam makam di Pedukuhan Kragon II. Sementara itu di Desa Glagah, terdapat dua makam yang belum jadi dipindahkan lantaran kondisi tanah becek. Sedangkan di Desa Sindutan, masih terdapat beberapa makam yang belum direlokasi termasuk makam para leluhur di Gunung Wedok. 

Kepala Desa Sindutan, Radi menuturkan kendati jumlah makam yang harus dipindahkan kurang dari 100 liang, warga setempat ingin makam tetap berada di wilayah Sindutan. Namun, kesepakatan antara pemdes dengan PT Angkasa Pura I tak kunjung berujung mufakat.

"Pemindahan akan dilakukan oleh PT AP I, tapi masalahnya lokasinya itu di Desa Jangkaran, masak orang Sindutan memakamkannya di Jangkaran. kesimpulan masih akan terus dibahas bersama," ungkap Radi, Sabtu (10/02/2018).

Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kulon Progo, Sukoco menjelaskan, terkait relokasi makam terdapat dua hal yang harus dipahami. Hal tersebut yakni appraisal dan lokasi pemindahan. 

"Sepengetahuan kami (Pemkab Kulon Progo), AP I akan mencari dan mananggunv biaya aplraisal tanah unrhm relokasi makam Janvmaran serta Sindutan," kata dia.

Sebenarnya Pemdes Sindutan ingin meminjam pakai tanah milik AP di luar lahan Izin Penetapan Lokasi (IPL) NYIA. Kemudian hasil ganti rugi makam Sindutan akan dibelikan lahan di sebelahnya.