Kesulitan Cari Pupuk Pasca Badai Cempaka, Petani Dapat Bantuan
Ekonomi

Kesulitan Cari Pupuk Pasca Badai Cempaka, Petani Dapat Bantuan

Panjatan,(kulonprogo.sorot.co)--Pasca terjadinya badai Cempaka, sejumlah petani di Kulon Progo mengaku kesulitan untuk mendapatkan pupuk agar bisa kembali bercocok tanam. Kalaupun pupuk tersedia, para petani mengaku tak mampu membeli pupuk lantaran harganya yang mahal.

Atas dasar itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan bantuan kepada sejumlah petani, Sabtu (10/02/2018) di Lapangan Cerme, Kecamatan Panjatan. Setidaknya terdapat 1.431 petani di Kulon Progo dan Bantul yang mendapatkan bantuan pupuk urea non subsidi dengan harga murah.

Para petani cukup membayar Rp 90 ribu untuk satu sak pupuk seberat 50 kilogram. Harga tersebut lebih murah ketimbang harga di pasaran yang mencapai Rp 260 ribu dengan berat yang sama. Hal tersebut tentunya disambut gembira oleh para petani, pasalnya sejak beberapa waktu lalu petani kesulitan mendapatkan pupuk.

Vice Presiden Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Pupuk Indonesia, Wahyu Supriyanto mengungkapkan bahwa pemberian bantuan sebagai upaya Pupuk Indonesia dalam mendorong produksi pertanian pasca puso akibat bencana siklon tropis Cempaka.

"Akibat badai cempaka, banyak petani jadi korban karena sawah gagal panen. Kami membantu mereka dengan meringankan mereka untuk berproduksi untuk membeli pupuk," jelas Wahyu, Sabtu (10/02/2018).

Pupuk yang diberikan merupakan pupuk yang sama dengan pupuk bersubsidi. Pembedanya hanya pada warna. Sementara kandungan dalam pupuk relatif sama. 

Salah seorang petani asal Panjatan, Sudiyono (64) mengaku senang bisa mendapatkan bantuan pupuk murah dengan kualitas baik. Bahkan tak sedikit dari petani yang baru mencoba menggunakan pupuk yang dibagikan kali ini.

"Imbas dari badai cempaka kemarin, semua sawah di Panjatan mengalami puso. Untuk mendapatkan pupuk juga susah. Ini sangat membantu," kata dia.