Warga WTT Datangi Help Desk NYIA, Ini Keluhannya
Ekonomi

Warga WTT Datangi Help Desk NYIA, Ini Keluhannya

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah warga anggota Wahana Tri Tunggal (WTT) yang kini mendukung pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon mendatangi Kantor Pelayanan Informasi Terpadu Help Desk NYIA di Palihan, Senin (12/02/2018). 

Kedatangan mereka untuk menyampaikan sejumlah permasalahan yang sampai saat ini belum jelas, diantaranya terkait pencairan ganti rugi yang dikonsinyasi, lapangan pekerjaan bagi warga terdampak hingga nasib warga yang belum mendapatkan ganti rugi namun rumahnya telah dirobohkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

"Banyak hal penting yang harus diketahui dan disampaikan kepada pemangku kepentingan. Kami berharap setelah datang ke sini bisa segera mendapatkan solusi," ungkap salah seorang warga, Andung Sumulyo, Senin (11/02/2018).

Dikatakan Andung, terdapat sejumlah bidang milik warga WTT yang dianggap hilang lantaran tak ada kejelasan terkait ganti rugi, pasalnya warga tak tahu apakah ganti rugi bidang yang hilang tersebut ikut dikonsinyasikan atau tidak.  

Masalah lapangan pekerjaan juga masih menjadi sorotan bagi mereka. Hingga saat ini, masih sedikit warga yang terserap dalam proyek pembangunan NYIA. Bahkan warga menyayangkan adanya pekerja dari luar kalangan warga terdampak yang dipekerjakan untuk pekerjaan-pekerjaan kasar, padahal banyak warga terdampak yang mampu mengerjakan hal tersebut.

"Adapula sekitar 10 KK yang saat ini mengontrak karena rumahnya sudah dirobohkan. Tapi tidak ada pihak yang memeiliki kepentingan untuk ngaruhke mereka. Kesannya kurang memanusiakan," imbuh Andung.

Warga yang kini mengontrak, beber Andung, sebelumnya merupakan warga penolak. Rumah mereka telah dirobohkan sebelum ganti rugi diberikan. Bahkan ketika hendak merobohkan rumah, warga mengaku belum mendapatkan surat pemberitahuan (SP) I, II dan III.

Kini dengan biaya seadanya, warga mengontrak rumah di sekitaran Temon dengan biaya perbulan yang makin mahal. Setiap bulannya untuk mengontrak rumah, warga harus mengeluarkan uang sekitar Rp 650 ribu.

"Memang ganti rugi ada yang sudah dibayarkan langsung, tapi sebagian besar masih proses konsinyasi tahap deskresi. Warga berharap permasalahan ini segera selesai karena oembayaran tanah dan aset juga belum selesai," kata dia.