Jawaban Tim Help Desk NYIA Usai Didatangi Warga
Ekonomi

Jawaban Tim Help Desk NYIA Usai Didatangi Warga

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Kedatangan sejumlah warga anggota Wahana Tri Tunggal (WTT) ke Kantor Pusat Pelayanan Informasi Terpadu Help Desk New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon pada Senin (11/02/2018) untuk menanyakan sejumlah persoalan telah dijawab. 

Dikatakan oleh Supervisor Help Desk NYIA  PT Angkasa Pura I, Ariyadi Subagyo mengungkapkan bahwa kedatangan warga telah ditanggapi oleh pihaknya. Warga menyampaikan tiga pokok pernasalahan yakni terkait konsinyasi, lapangan pekerjaan serta nasib warga yang rumahnya telah dirobohkan namun belum mendapatkan ganti rugi.

"Tadi kita memang menerima kedatangan warga WTT. Terdapat beberapa hal yang harus dijelaskan kepada warga terkait permasalahan yang mereka sampaikan," ungkap Ariyadi, Senin (11/02/2018).

Dikatakan oleh Ariyadi, saat ini konsinyasi bagi warga belum bisa diberikan lantaran ketika bidang tanah dan aset diatasnya diukur oleh tim appraisal, jangka waktu sudah habis atau di luar batas yang ditentukan oleh undang-undang. Sehingga diperlukan deskresi atau pengukuran susulan. 

"Untuk perbedaan harga yang ditentukan oleh tim appraisal, pada saat BPN dan tim appraisal akan mengukur dan menilai tidak diperbolehkan. Akhirnya ukuran dibuat dengan cara pembidangan dari jauh, dan itu menjadi risiko atas kondisi itu," katanya. 

Namun begitu, antar instansi telah mencarikan solusi sehingga perbedaan nilai atau harga bisa segera diselesaikan. Salah satu solusi yang diharapkan adalah diskresi. Ariyadi berharap, deskresi segera bisa diselesaikan untuk mengatasi sejumlah persoalan yang ada.

"Untuk  masalah warga yang saat ini mengontrak, kami berharap agar bersabar sampai uang ganti rugi dicairkan dan diterima," kata dia.

Terkait dengan lapangan pekerjaan yang diharapkan warga, PT Angkasa Pura I telah menyelenggarakan sejumlah pelatihan kerja. Pada tahun ini, Angkasa Pura  berencana untuk kembali mengadakan pelatihan kerja yang spesifikasinya untuk pekerjaan proyek bandara namun bisa diterapkan ketika pembangunan bandara sudah selesai dengan bekerja di tempat lain.