Titik Soeharto Minta Menko Kemaritiman Tengok Kondisi Pelabuhan Tanjung Adikarto
Peristiwa

Titik Soeharto Minta Menko Kemaritiman Tengok Kondisi Pelabuhan Tanjung Adikarto

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Proses pembangunan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto di Desa Karangwuni, Kecamatan Wates menjadi sorotan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titik Soeharto. Ia bahkan sempat melakukan peninjauan secara langsung ke lokasi pelabuhan pada Jumat (09/03/2018).

Dalam peninjauannya, break water atau pemecah ombak serta jeti yang kurang panjang menjadi pemicu sedimentasi atau pendangkalan pada pintu masuk pelabuhan. Hal tersebut mengakibatkan kapal-kapal besar tak bisa bersandar ke Pelabuhan Tanjung Adikarto.

"Saya selalu menanyakan kondisi pelabuhan ini, dan jawabannya masih sama yakni belum bisa beroperasi. Saya juga menyampaikan agar pelabuhan ini diperhatikan ketika bertemu dengan Menteri Kelautan," ungkap Titik, Jumat (09/03/2018).

Untuk mempercepat proses penyelesaian pembangunan pelabuhan, Titik menyebut bahwa koordinasi dengan kementerian sangatlah penting. Dalam waktu dekat ini, ia bakal menghadirkan Menko Kemaritiman untuk datang dan melihat langsung kondisi pelabuhan Tanjung Adikarto. 

Titik juga menyatakan bahwa terkait permasalahan jeti dan break water, bukan merupakan ranah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) namun ranah Kementerian Pekeraan Umum (PU). Dengan kehadiran Menko Kemaritiman diharapkan bisa mengkoordinasikan hal ini dengan pemangku kepentingan terkait.

"Sangat disayangkan kalau hanya karena pemecah ombaknya belum beres, setiap tahun terjadi pendangkalan. Kalau targetnya beroperasi tahun 2020 itu terlalu lama. Ada anggaran yang bisa digunakan untuk memprioritaskan pelabuhan ini," kata dia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo, Sudarna menyebut bahwa kendala yang selama ini dihadapi oleh pihaknya terkait kejelasan kapan Pelabuhan Tanjung Adikarto akan beroperasi bisa segera selesai dengan kehadiran dari Komisi IV DPR RI.

Adapun kendala yang menghambat proses pembangunan pelabuhan diantaranya jeti di sisi timur yang harus ditambah panjangnya mencapai 170 meter sehingga menjadi 390 meter. Kemudian jeti di sisi barat yang harus ditambah panjangnya mencapai 120 meter sehingga menjadi 350 meter.

"Kalau perkiraan dari DKP DIY dana yang dibutuhkan untuk menambah panjang jeti di sisi barat dan sisi timur kalau ditotal sekitar Rp 400 miliar," kata dia.