Masih Bertahan, Penolak Bandara Tetap Menanam Sebagai Simbol Perlawanan
Peristiwa

Masih Bertahan, Penolak Bandara Tetap Menanam Sebagai Simbol Perlawanan

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Ratusan orang anggota Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) beserta sejumlah relawan dan aktivis mahasiswa penolak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon menanam ribuan bibit cabai, Minggu (11/03/2018). 

Penanaman bibit cabai dilakukan di tiga petak lahan di Pedukuhan Sidorejo dengan total luasan sekitar 4.000 meter persegi yang sempat rusak pasca dilakukannya pembersihan lahan atau landclearing yang berujung kisruh beberapa waktu lalu.

Salah seorang warga, Suparyo (70) mengatakan bahwa  aksi penanaman ribuan bibit ini merupakan simbol perlawanan warga terhadap proses pembangunan NYIA yang dilakukan oleh PT. Angkasa Pura I.

"Harapannya kita para petani bisa seperti dulu lagi menanam sayur seperti terong tomat dan tanaman lain. Terutama saat ini sedang musim tanam cabai, maka saya menanam cabai," tutur dia.

Sebelum penanaman bibit dilakukan, terlebih dulu warga menggelar doa bersama dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Doa bersama dilakukan dengan harapan agar tanaman cabai bisa tumbuh subur dan hasil panen berlimpah. 

"Hari ini bibit yang ditanam ada dua kepek atau sekitar 4.000 bibit cabai. Dari dua kepek itu bisa menghasilkan sekitar satu kuintal cabai setiap panen. Kalau tanaman sehat bisa dipanen 7 sampai 10 kali," terang Suparyo.

Dengan menanam, lanjut Suparyo, warga PWPPP-KP akan tetap menolak pembangunan bandara NYIA. Warga juga tak akan melepaskan tanah yang telah diwariskan oleh leluhurnya kepada PT. Angkasa Pura I.

Salah seorang aktivis mahasiswa, Alfin Tohriqul Fikry berujar bahwa ia bersama dengan relawan dan aktivis mahasiswa ikut turun menanam benih cabai bersama warga penolak sebagai simbol perlawanan terhadap PT. Angkasa Pura I yang dianggap semena-mena merampas tanah warga.

"Hari ini penanaman secara simbolis saja. Saat ini baru tiga bidang yang ditanami. Rencananya semua bidang milik warga penolak juga akan ditanami oleh warga bersama dengan relawan dan aktivis," kata dia.