Punya Nilai Sejarah, Jalan Daendels Bakal Dibuat Underpass
Peristiwa

Punya Nilai Sejarah, Jalan Daendels Bakal Dibuat Underpass

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Lantaran masuk dalam Izin Penetapan Lahan (IPL) bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, ruas Jalan Daendels sepanjang sekitar satu kilometer bakal dibangun underpass untuk mendukung aksesibilitas transportasi yang bersinergi dengan NYIA.

Kepala Bidang Lalu-lintas Dinas Perhubungan Kulon Progo, Hera Suwanto menuturkan, Jalan Daendels merupakan peninggalan sejarah dan masuk dalam kategori cagar budaya. Segenap pihak terkait akhirnya mencari alternatif konsep pembangunan yang tidak menghilangkan Jalan Daendels.

"Sehingga solusi yang didapatkan ketika hal ini dirapatkan di tingkat pusat adalah membangun underpass. Untuk teknis pembangunannya mungkin akan dibarengkan dengan pembangunan NYIA karena anggarannya jadi satu," ungkap Hera, Selasa (13/03).

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo, Nurcahyo Wibowo menuturkan, underpass tersebut akan dibangun di bawah trase Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Congot, Kecamatan Temon-Ngremang, Kecamatan Galur. 

"Sebelumnya, DPU PKP Kulon Progo telah diundang oleh Koodinator Bidang Perekonomian untuk dimintai masukan atas desain dan konsep konstruksi underpass yang sekiranya sesuai dengan kondisi di lapangan," kata dia.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional, serta Unsur Dirjen Perhubungan Kementerian Perhubungan RI.

Dalam pertemuan itu pula ditargetkan bahwa pembangunan underpass bakal selesai berbarengan dengan pembangunan NYIA. Pada konsep awal, lokasi underpass bakal dibangun di bawah jalan JJLS tepatnya di sebelah utara terminal NYIA, berdekatan dengan tempat parkir dan stasiun kereta api trase bandara.

"Untuk sementara konsep besar sudah berstatus final, tapi untuk detail dan teknis dimungkinkan masih akan terus berkembang. Untuk desain underpass menjadi tugas Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, sedangkan pembebasan lahan kewenangan Pemda DIY," ucap Nurcahyo.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan terlebih dahulu melakukan sinkronisasi dengan pekerjaan pembangunan NYIA. Dalam tahap pembangunan underpass, pemerintah juga telah mengalokasikan dana sebesar Rp 305 miliar.