Saling Dorong Kembali Terjadi, Warga Kecam Penutupan Jalan Diponegoro
Peristiwa

Saling Dorong Kembali Terjadi, Warga Kecam Penutupan Jalan Diponegoro

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Pelaksanaan pemasangan pagar di lahan pembangunan New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kecamatan Temon kembali menuai kericuhan, Kamis (12/04/2018). Aksi saling dorong antara puluhan warga penolak dan relawan aktivis melawan petugas kepolisian kembali terjadi pada Kamis sore.

Kontak fisik antara petugas dan warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) serta relawan terjadi ketika petugas dari Angkasa Pura Properti (APP; anak perusahaan PT Angkasa Pura I) memasang pagar di Pedukuhan Sidorejo, Kecamatan Temon. Pagar tersebut dipasang menutup Jalan Diponegoro.

Sebelum aksi saling dorong terjadi, warga dan relawan sempat berupaya menghadang dan menghambat proses pemasangan pagar dengan cara duduk bersila. Petugas sempat melakukan upaya persuasif, sebelum akhirnya warga dan relawan yang duduk digotong satu persatu oleh petugas agar tak mengganggu proses pemasangan pagar.

Tindakan itu memancing emosi massa hingga kemudian terjadi aksi saling dorong dan berlanjut adu fisik diantara kedua belah pihak. Beberapa orang terjatuh karena terdorong dalam kericuhan itu. Selain warga dan relawan, Kabag Ops Polres Kulon Progo juga sempat terpental hingga mengenai drum kosong di dekat lokasi.

Kabag Ops Polres Kulon Progo, Kompol Sudarmawan mengatakan, pihaknya menerjunkan 100 personil untuk melakukan pengamanan kelancaran pemagaran lahan pembangunan bandara. Menurutnya sejumlah upaya persuasif telah dilakukan. Namun begitu warga dan relawan masih berupaya menghambat proses pemagaran.

"Akhirnya kita ambil tindakan kepolisian. Karena mereka duduk, ya kami angkat lalu terjadi dorong mendorong. Itu hal biasa. Terkait kemungkinan anggota kena pukul atau terluka, nanti kami koordinasikan dengan internal ke personil," kata dia.

Salah seorang anggota PWPP-KP, Sofyan menuturkan bahwa pihaknya mengecam penutupan jalan dan pemagaran tersebut. Ia menyebut bahwa tindakan tersebut sewenang-wenang, mengigat Jalan Diponegoro merupakan akses jalan umum yang sangat bermanfaat bagi warga. Hal tersebut merugikan warga secara menyeluruh, tak hanya bagi PWPP-KP. 

"Jalan ini sangat penting karena merupakan akses anak untuk sekolah. Dengan penutupan ini ada upaya PT. Angkasa Pura I melakukan pemaksaan. Manusia diabaikan dalam proyek pembangunan ini. Di media, AP I kerap menyampaikan bakal persuasif namun di sini kita lihat tidak ada upaya itu," kata dia.

Project Manager Pemagaran Lahan APP, Arief Budiman mengatakam bahwa pada Jumat (13/04) besok, pemagaran akan dilanjutkan di lokasi yang tak memiliki resistensi atau berada jauh dari basis PWPP-KP.

"Kita tunda dulu yang daerah sini (area warga penolak). Pemagaran kami lanjutkan di sisi lahan lain yang sudah clear," ungkap Arief.