Gus Zuhdi Sebut Perjuangan Warga Penolak Bandara Mirip Nabi Ibrahim
Sosial

Gus Zuhdi Sebut Perjuangan Warga Penolak Bandara Mirip Nabi Ibrahim

Temon,(kulomprogo.sorot.co)--Warga penolak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP) menggelar pengajian menyambut Isra Miraj.

Pengajian tersebut digelar pada Sabtu (14/04/2018) malam di Masjid Al-Hidayah, Desa Palihan, Kecamatan Temon. Gus Zuhdi Abdulrahman dihadirkan sebagai pengisi dalam pengajian tersebut.

Dalam ceramahnya, Gus Zuhdi menyebut bahwa warga yang masih bertahan melawan pembangunan NYIA mirip dengan perjuangan keluarga Nabi Ibrahim AS. Ketika itu, istri dan anak Ibrahim yakni Siti Hajjar dan Nabi Ismail AS ditinggalkan di suatu padang pasir di Mekkah oleh Ibrahim untuk kembali ke Negeri Syam.

"Dalam kondisi itu, anak dan istri Nabi Ibrahim ditinggalkan di tempat tanpa air dan tanpa pohon. Kemudian Nabi Ibrahim berpesan dua hal kepada mereka yakni sabar menghadapi ujian dan mendekatkan diri kepada Allah AWT," papar dia di hadapan puluhan warga PWPP-KP dan relawan aktivis.

Dengan kesabaran dan senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, anak dan istri Ibrahim kemudian mendapatkan mukjizat kepada mereka berupa air zam-zam. Air zam-zam itu kemudian menumbuhkan pohon sehingga tempat tersebut menjadi tempat yang diberkahi. 

"Setelah berusaha berulangkali berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah, kemudian Siti Hajjar menemukan sumber air. Hal itu pula yang nanti akan dialami oleh warga semuanya di sini (penolak)," kata dia.

Selain pengajian dalam rangka memperingati Isra Miraj, PWPP-KP juga melakukan pembacaan Al Quran sebanyak 30 juz yang mulai dilakukan sejak Sabtu sore. Pada Minggu (15/04), PWPP-KP juga bakal menggelar sejumlah acara dalam rangka Harlah PWPP-KP.

Salah seorang relawan aktivis, Heronimus Heron mengatakan bahwa serangkaian acara yang digelar oleh PWPP-KP bersama relawan aktivis sebagai perwujudan bahwa mereka masih menolak pembangunan NYIA tanpa syarat.

"Kini warga penolak bandara masih memperjuangkan ruang hidupnya ada kurang lebih 87 KK dan 37 rumah yang masih bertahan sampai sekarang," ucapnya.