Intake Kalibawang Ditutup, Muka Air Waduk Sermo Ditinggikan
Peristiwa

Intake Kalibawang Ditutup, Muka Air Waduk Sermo Ditinggikan

Kokap,(kulonprogo.sorot.so)--Saluran irigasi atau intake Kalibawang mulai ditutup sejak Minggu (15/04/2018) hingga 31 Juli 2018 mendatang. Penutupan dan pengeringan Intake Kalibawang bertujuan untuk mendukung proses perbaikan sejumlah titik kerusakan sepanjang saluran irigasi.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Petugas Monitoring Bendungan Waduk Sermo dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Novika Prabowo membenarkan terkait penutupan Intake Kalibawang.

Menurutnya, pengeringan mulai dilakukan sejak Minggu siang. Untuk mendukung proses perbaikan serta tetap memberikan aliran air di sejumlah lahan pertanian yang bergantung pada pasokan air Intake Kalibawang, Novika menyebut bahwa sejak sebulan terakhir tinggi muka air di Waduk Sermo mulai ditinggikan.

"Sebelumnya tinggi muka air Waduk Sermo hanya 134.60 MDPL. Saat ini tinggi muka air kita naikkan menjadi 136.60 MDPL," ungkap Novika.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian pada musim tanam kedua tahun 2018, debit aliran Waduk Sermo ditingkatkan menjadi 2 m3/detik. Ia berharap, kapasitas air Waduk Sermo bisa mencukupi kebutuhan irigasi lahan pertanian. 

"Sudah ada sosialiasasi dari Komisi Air Kulon Progo terkait perbaikan Intake Kalibawang agar masa tanam kedua bisa diselamatkan. Karena seharusnya jika sesuai waktu tanam dan panen, akhir April padi di Sentolo sudah tidak membutuhkan air," sambung Novika.

Sementara itu Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Papah, Sugiyanto menuturkan bahwa para petani di Desa Sukoreno, Kecamatan Sentolo telah mengetahui terkait jadwal penutupan Intake Kalibawang.

Sugiyanto menyebut pengeringan Intake Kalibawang tak menyurutkan niat para petani untuk menanam padi dan menggantinya dengan tanaman lain. Pasalnya, sejumlah petani mendengar kabar bahwa hujan masih akan turun hingga akhir April mendatang.

Sebagian besar petani masih saja menanam padi. Pada saat melakukan pengolahan sawah, persediaan air diperkirakan cukup. Padi kami masih membutuhkan air di April dan kami mendengar masih ada hujan di akhir April ini, ujar Sugiyanto.