Pengeringan Intake Kalibawang Beresiko Bikin Kering Ratusan Hektar Lahan
Peristiwa

Pengeringan Intake Kalibawang Beresiko Bikin Kering Ratusan Hektar Lahan

Sentolo,(kulonprogo.sorot.co)--Ratusan hektar lahan tanam padi di Kecamatan Sentolo dan Lendah terancam mengalami kekeringan. Pasalnya, lahan yang mengandalkan aliran air dari intake atau irigasi Kalibawang tak akan mendapat pasokan air hingga 31 Juli 2018 mendatang.

Sedikitnya ada sekitar 100 hektar lahan persawahan di Sentolo dan Lendah bakal mengalami kekeringan. Seperti diketahui Intake Kalibawang mulai ditutup dan dikeringkan sejak Minggu (15/04) kemarin guna mendukung proses perbaikan sejumlah kerusakan.

Perwakilan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Penjalin, Sugiantoro menyebut bahwa sawah di Sentolo dan Lendah terancam kekeringan di Masa Tanam II ini. Pasalnya Intake Kalibawang sudah terlanjur ditutup ketika tanaman padi masih membutuhkan air.

Padi yang ditanam di daerah tersebut, lanjut Sugiantoro, memerlukan lebih banyak air lantaran mengalami kemunduran masa tanam. Seharusnya fase 40 hari pertama penanaman padi di 100 hektar lahan sawah telah selesai pada 15 April lalu.

"Dari 80 hektar hingga 100 hektar belum merantak, masih butuh air dalam penghidupannya, tetapi air sudah tidak mengalir. Ada keterlambatan, tetapi sudah jelas siap menanggung resiko karena untuk ditanam palawija atau yang lain akan mati, soalnya tanahnya masih basah," katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan, selama perbaikan Intake Kalibawang berlangsung, sejumlah petani di Kecamatan Sentolo dan Lendah hanya akan mengandalkan air hujan agar lahan mereka tetap teraliri air. Meski begitu, masih terdapat opsi lain yakni membuat pengairan darurat melalui pompa air dari sumur setempat, namun dengan pengeluaran biaya yang lebih tinggi. 

Petugas Operasional dan Pemeliharaan Saluran Irigasi Kalibawang, Basito menyebut bahwa perbaikan Intake Kalibawang harus dilakukan sesegera mungkin. Pasalnya jembatan air Talang Bowong di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang kondisinya sudah mengkhawatirkan.

"Ada kebocoran di dinding saluran. Jembatan air juga mengalami pergeseran akibat pergerakan tanah. Kalau tiba-tiba tanah bergerak dan putus kan makin lama pengerjaannya," ucap dia.