Masih Berstatus Sebagai Saksi, Polisi Tunggu Hasil dari Ahli Bahasa
Hukum & Kriminal

Masih Berstatus Sebagai Saksi, Polisi Tunggu Hasil dari Ahli Bahasa

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Kasus ujaran kebencian terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan sejumlah tokoh besar di dalamnya yang dilakukan oleh NAN (37), warga Desa Brosot, Kecamatan Galur masih terus bergulir.

Meskipun NAN telah menyampaikan permintaan maaf kepada Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kulon Progo pada Kamis (10/05/2018) siang, tapi proses hukum terhadap kasus ini masih terus berlanjut.

Ketika dikonfirmasi sorot.co, Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, AKP Dicky Hermansyah menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan terhadap kasus ini. Menurutnya, NAN belum bisa ditetapkan sebagai tersangka ketika penyidik belum yakin sepenuhnya atas perkara tersebut.

"Karena tidak tertangkap tangan, maka harus selesaikan penyidikan dulu. Nanti kita periksa ahli bahasa untuk menentukan kalimat dalam pasal yang disangkakan," ungkap Dicky, Kamis (10/05/2018).

Menurut Dicky, pernyataan dari ahli bahasa menjadi kunci atas kasus tersebut. Pasalnya pihak kepolisian tidak bisa begitu saja menentukan tindakan dilakukan oleh NAN menjurus pada penghinaan atau tidak. 

"Ujaran kebencian itu dilakukan kepada kelompok atau perorangan juga masih diselidiki. Apabila hasil dari ahli bahasa sudah pasti, kita akan segera melakukan gelar perkara," sambung Dicky.

Ditanya soal permintaan maaf yang dilakukan oleh NAN didampingi kuasa hukum dan keluarganya, Dicky menyebut bahwa hal tersebut tak bakal mempengaruhi proses penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian.

"Permintaan maaf itu hanya mempengaruhi persidangan nanti. Tapi itu nanti juga masih tergantung hakim," pungkas Dicky.