Begini Aksi Heroik Dua Pemuda Memburu Gerombolan Begal
Peristiwa

Begini Aksi Heroik Dua Pemuda Memburu Gerombolan Begal

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Keberhasilan Kepolisian Resor Kulon Progo saat mengamankan dua anggota kelompok begal yang beraksi pada Jumat (08/06/2018) dinihari ternyata juga berkat bantuan dua orang pemuda asal Kecamatan Pengasih. Mereka adalah Rangga Abiyasa Kharisma (21) dan Bagas Syarifudin (19).

Sebelum polisi mengamankan JD (16), warga Mbayen, Kalasan, Sleman dan MB (16), warga Wedomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Rangga dan Bagas terlebih dahulu terlibat dalam aksi kejar-kejaran dengan 8 pelaku begal tersebut.

"Teman saya yang bernama Bagas kan sempat dihadang ketika sampai di Sukoreno, Sentolo. Kemudian dia masuk ke wilayah permukiman warga dan meminta tolong kepada saya. Saya pun segera mendatangi teman saya mengendarai motor," ungkap Rangga, Jumat siang.

Namun ketika tiba di Sentolo dan bertemu dengan Bagas serta Nadia Kusumaning Pramudja (18) yang membonceng Bagas, kelompok begal tersebut telah terlebih dahulu pergi. Sesaat kemudian, Rangga justru mendapatkan kabar bahwa terjadi lagi aksi pembegalan dan percobaan perampasan sepeda motor di wilayah Margosari, Kecamatan Pengasih. 

Rangga dan Bagas pun akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pengejaran kelompok begal. Keduanya berhasil mengejar kelompok begal ketika tiba di Alun-alun Wates. Upaya untuk menangkap salah satu anggota sempat dilakukan Rangga beberapa kali. Namun upaya tersebut justru direspon dengan keluarnya sebilah pedang dari salah satu anggota kelompok.

Gerombolan tersebut mengendarai empat sepeda motor. Enam orang mengendarai sepeda motor matic, sedangkan dua orang mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX.

"Saya sempat melihat salah satu anggota mengeluarkan besi panjang yang diseret di aspal hingga mengeluarkan percikan api. Tapi tetap saya kejar. Sempat berhasil meraih jaket salah satu orang itu tapi gagal," sambung dia.

Pengejaran ketika itu masih berlanjut dilakukan Rangga dan Bagas. Apes, begitulah yang dikatakan Rangga menjelaskan kepada jurnalis ketika rombongan begal tersebut melintas di depan Terminal Wates.

Sambil terus melakukan pengejaran, Rangga dan Bagas kemudian meminta bantuan kepada sejumlah polisi yang bertugas di Pos Pelayanan Ops Ketupat Progo 2018 di depan Terminal Wates.

Beberapa anggota polisi kemudian turut terlibat dalam pengejaran. Namun ketika itu jarak antara gerombolan begal dengan anggota kepolisian masih terlalu jauh. Tak mau kehilangan jejak, Rangga dan Bagas terus mencoba memepet rombongan tersebut.

"Sampai di depan Dinas Perhubungan Kulon Progo, salah satu anggota melempar helmnya ke saya. Tapi berhasil saya tangkis dan saya amankan," terang Rangga.

Pengejaran Rangga dan Bagas berakhir ketika sepeda motor yang mereka tunggangi kehabisan bahan bakar di wilayah Bendungan, Kecamatan Wates. Beruntung ketika itu beberapa warga turut membantu pengejaran. Tak lama setelah itu, anggota kepolisian juga turut menyusul melakukan pengejaran.

"Saya kemudian kembali ke Pos Pelayanan di depan Terminal Wates untuk menyerahkan helm yang dilemparkan pelaku kepada saya. Kemudian saya menerima info bahwa polisi berhasil mengamankan dua orang di wilayah Srandakan, Bantul. Satu diantaranya ditembak karena melakukan perlawanan," terang Rangga.

Sebelumnya, Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution mengungkapkan bahwa anggotanya memang melakukan penindakan terukur dan terarah berupa penembakan. Pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti untuk melanjutkan penyelidikan perkara tersebut.