Wagub Tinjau Posko Mudik Terpadu di Terminal Wates
Peristiwa

Wagub Tinjau Posko Mudik Terpadu di Terminal Wates

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X melakukan peninjauan di Posko Mudik Terpadu Idul Fitri 2018 di Terminal Wates, Selasa (12/06/2018). Paku Alam melakukan peninjauan bersama Ketua PMI DIY, Kanjeng Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo dan sejumlah pejabat lainnya.

Ketika ditemui jurnalis, Paku Alam mengatakan bahwa posko yang didirikan berkat kerjasama Pemda DIY dan beberapa pihak ini terbuka bagi seluruh pemudik. Selain di posko yang ada di Terminal Wates, peninjauan juga dilakukan di Posko Mudik Gabusan dan Posko Mudik Madukismo, Bantul.

"Posko ini terbuka bagi setiap pemudik yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Ada beberapa unsur yang terlibat yaitu PMI, Dinas Kesehatan, Pramuka, komunitas radio amatir masyarakat, Basarnas, Polisi dan beberapa pihak lainnya," ungkap Paku Alam X, Selasa (12/06/2018).

Berdasarkan peninjauan yang dilakukan, para pemudik yang memanfaatkan keberadaan posko mudik terpadu sebagian besar hanya untuk istirahat serta melakukan pengecekan tekanan darah. Sejauh ini belum ada kejadian menonjol di seluruh posko yang ditinjau. 

Meski begitu, Paku Alam menegaskan bahwa seluruh petugas yang berjaga di seluruh posko terpadu bakal tetap siaga apabila terjadi peristiwa yang membutuhkan penanganan segera. Komunikasi juga terus dijalin antara posko satu dengan posko lainnya.

"Kelihatannya teman-teman sudah kulino [terbiasa]. Dan DIY istimewa, baik Praja Muda Karana (Pramuka), tim komunikasi dan Palang Merah Indonesia (PMI) sudah kulino," sambung dia.

Sementara itu, GBPH Prabukusumo menuturkan, ada 27 posko yang tersebar di jalur mudik wilayah DIY. Untuk menjaga seluruh posko tersebut, PMI menyiagakan 691 orang relawan PMI. Personel yang diasagakan telah disertai dengan keterampilan pertolongan pertama, termasuk dokter dan tim medis.

"Silakan saja [datang ke posko mudik], pokoknya prinsip kami membantu masyarakat, jadi all out. Artinya, kalau kami bisa bantu, kami bantu, tidak boleh menolak siapapun, kapanpun di manapun," ungkap dia.