Cek Kesiapan Rumah Sewa, Setelah Lebaran AP I Lakukan Eksekusi Pamungkas
Pemerintahan

Cek Kesiapan Rumah Sewa, Setelah Lebaran AP I Lakukan Eksekusi Pamungkas

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi melakukan pengecekan rumah sewa yang bakal digunakan sebagai rumah kediaman sementara warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Rabu (13/06/2018). Kedatangannya tersebut didampingi oleh General Manager Bandara Adi Sutjipto, Kolonel Pnb Agus Pandu Purnama; Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo dan Sutedjo; Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution; Komandan Kodim 0731/Kulon Progo, Letnan Kolonel Infantri Dodit Setianto dan Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Akhid Nuryati

Rumah sewa tersebut bakal diperuntukkan bagi warga terdampak yang masih menolak pembangunan bandara baru. Seperti diketahui, PT Angkasa Pura I bakal segera melakukan proses terakhir pengosongan lahan di wilayah Izin Penetapan Lokasi (IPL) NYIA. Peninjauan dilakukan secara sampling terhadap dua unit rumah di Desa Glagah dan Desa Palihan, Kecamatan Temon.

"Kami sewakan rumah sementara yang layak dan representatif agar mereka tidak terlantar dan nyaman saat dilakukan pengosongan lahan. Untuk saat ini kami sediakan 20 unit rumah. Kalau nanti masih kurang akan kami tambah," ungkap Faik, Rabu (13/06/2018).

Faik menegaskan, melalui penyediaan rumah sewa tersebut PT Angkasa Pura I berkomitmen untuk memindahkan warga terdampak secara baik-haik, bukan melakukan penggusuran. Ia berharap, proses pamungkas tersebut bisa direalisasi setelah lebaran, setelah sebelumnya gagal dilakukan pada sebelum Ramadan lantaran masih ada beberapa proses yang belum selesai. 

Faik menambahkan, fasilitas keduapuluh rumah yang disiapkan telah disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Namun pastinya, semua berada di wilayah Glagah dan Palihan, Kecamatan Temon. Tahap awal disewakan tiga bulan, namun PT Angkasa Pura I akan bersifat fleksibel apabila warga membutuhkan tambahan waktu.

"Jika nanti ternyata waktunya lebih dari tiga bulan, masih bisa dipertimbangkan. rumah yang kami sewakan sudah representatif dan layak agar warga tidak terlantar ketika pemindahan. Selain menyewakan rumah, kami bersama Pemkab Kulon Progo terus melakukan pendekatan secara persuasif dengan warga, semoga kedepan lebih baik," kata dia.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo menuturkan bahwa saat ini masih ada 37 kepala keluarga (KK) yang bertahan di dalam IPL NYIA. Namun sebagian diantaranya mulai membangun rumah baru ataupun ikut bersama kerabatnya.

"Penyediaan atau upaya penyewaan rumah ini untuk memanusiakan manusia. Sehingga tidak ada upaya pengosongan paksa karena itu memang kita hindari. Pendakatan kita lakukan terus, termasuk melibatkan Satpol PP untuk mendata dan mendekati secara detil permasalahan apa yang bisa dibantu," ujar Hasto.