Proyek NYIA Timbulkan Debu, Warga Jangkaran Mengeluh
Sosial

Proyek NYIA Timbulkan Debu, Warga Jangkaran Mengeluh

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Permasalahan kembali muncul dari proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon. Kali ini masalah datang dari warga yang tinggal di luar pagar pembatas Izin Penetapan Lokasi (IPL) NYIA.

Setidaknya terdapat ratusan warga dari tiga pedukuhan di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon mengeluhkan adanya debu dari area proyek bandara yang bertebaran hingga wilayah pemukiman warga. Kondisi seperti ini telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu lantaran percepatan pembangunan NYIA.

"Yang paling kena imbasnya itu di Nglawang, Jangkaran dan Kledekan Kidul. Ketika angin kencang debu sangat tebal dan mengganggu kesehatan warga," ungkap Dukuh Nglawang, Supandi, Sabtu (07/07/2018).

Kondisi seperti ini, lanjut Supandi, telah berlangsung selama empat bulan belakangan. Buntutnya, hampir sebagian warga mengalami infeksi mata, batuk hingga gangguan pernafasan lainnya. Ketika melakukan aktivitas di luar rumah, warga pun harus menggunakan masker dan kaca mata. 

Selain mengganggu kesehatan, debu proyek bandara juga mematikan perekonomian warga setempat. Warga yang berwirausaha dengan membuka warung kelontong dan warung makan pun terpaksa menutup sementara usahanya lantaran takut barang dagangannya tercemar debu.

Supandi juga menuturkan bahwa warga setempat sempat meminta agar alat berat yang beroperasi menghentikan kegiatannya beberapa kali lantaran debu beterbangan yang berlebihan. Permasalahan ini pun sempat disampaikan kepada PT Angkasa Pura I selaku pemrakarsa pembangunan NYIA dan PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku rekanan dalam pembangunan NYIA. Hanya saja, menurut warga, belum ada tindak lanjut yang begitu signifikan untuk kebaikan warga.

"Memang sempat ada bantuan masker. Mereka (PT PP) juga berjanji akan melakukan pengecekan kesehatan seminggu sekali, tapi hanya berlangsung dua kali. Kita meminta agar warga diberi kompensasi biaya perawatan kesehatan, alat kesehatan dan alat bersih-bersih serta kacamata agar tidak iritasi," sambung Supandi.

Salah seorang warga Nglawang, Turmudi (48) mengaku sudah sangat terganggu dengan debu proyek bandara tersebut. Warung kelontong miliknya terpaksa ia tutup total selama dua minggu lebih lantaran debu sangat mengganggu dan mencemari barang dagangannya.

"Saya tutup rapat. Kalau pas angin kencang debunya tebal sekali. Kasihan yang punya anak masih kecil. Ya kalau seperti ini terus bisa rugi," kata dia.

Warga lain, Saldi (51) menilai bahwa PT PP tak begitu serius dalam menanggapi keluhan warga. Pasalnya, meskipun warga sempat terlibat dalam mediasi hingga beberapa kali menghentikan alat berat yang beroperasi, PT PP masih saja melanjutkan proyek tanpa memikirkan nasib warga.

"Bahkan sekarang ketika malam, alat berat juga beroperasi. Jadi siang malam kita warga di sini harus bagaimana? Ketika melaporkan juga cuma ditampung tanpa ada solusi yang jelas," kata dia.

Warga berharap agar proyek pembangunan bandara NYIA dihentikan sementara sebelum ada kejelasan terkait nasib warga yang terganggu debu proyek nasional tersebut. Sejumlah pihak terkait diminta untuk bisa bertindak cepat menyelesaikan permasalahan yang tengah dialami warga.