Umbi Talas Melimpah, Ibu-ibu Samigaluh Diajari Bisnis
Ekonomi

Umbi Talas Melimpah, Ibu-ibu Samigaluh Diajari Bisnis

Samigaluh,(kulonprogo.sorot.co)--Wilayah Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh menjadi salah satu wilayah penghasil umbi talas terbesar di Kulon Progo. Setiap tahunnya, rata-rata 1,2 ton umbi talas dihasilkan dari wilayah tersebut.

Meski begitu, masyarakat setempat belum bisa menikmati hasil dari ketersediaan umbi talas yang melimpah. Pasalnya, umbi talas yang dihasilkan dari pekarangan-pekarangan warga tersebut hanya dijual ke pengepul dalam kondisi mentah dengan harga murah.

Dengan latar belakang tersebut, Tim Program Kemitraan Masyarakat Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (PKM STPMD) APMD dengan dana hibah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2018 melakukan pendampingan dan pelatihan pengolahan dan managemen usaha umbi talas. Pesertanya adalah dua kelompok ibu-ibu PKK di wilayah setempat.

Sejak bulan April lalu hingga November mendatang, dua kelompok ibu-ibu PKK mulai mengikuti pelatihan mulai dari pengolahan produk makanan dengan bahan utama umbi talas hingga pengelolaan manajemen bisnis. Hasil dari pelatihan ini diharapkan bisa membantu mengurangi angka kemiskinan di wilayah Pagerharjo.

"Angka kemiskinan di Pagerharjo sebanyak 50 % dari total jumlah KK. Padahal di sini potensi umbi talasnya sangat melimpah," ungkap Rini Dorojati, anggota Tim PKM STPMD APMD, Minggu (08/07/2018).

Setiap tahun, kata Rini, setiap KK bisa memanen umbi talas sebanyak 1 kuintal. Namun talas tersebut hanya dijual dengan harga Rp 500 per kilogram kepada tengkulak. Oleh tengkulak kemudian talas asal Pagerharjo dijual ke wilayah Purworejo dan Magelang, Jawa Tengah. 

"Padahal kalau bisa diolah semisal menjadi tepung talas, harganya pasti akan meningkat drastis. Gizi dari talas juga tidak kalah dengan terigu ataupun ketela," sambung Rini.

Ia optimis dengan pelatihan ini, ibu rumah tangga yang selama ini hanya beraktivitas di dalam rumah bisa turut membantu perekonomian keluarga. Pasalnya, wilayah Pagerharjo dekat dengan sejumlah destinasi wisata di Samigaluh sehingga pemasaran produk olahan talas nantinya bakal cepat menyebar dengan keberadaan wisatawan dari berbagai daerah.

Dengan pelatihan kali ini, para ibu rumah tangga dituntut untuk bisa berinovasi dengan talas sebagai bahan dasar utama dalam pembuatan menu kuliner mereka. Mereka juga dituntut untuk bisa mengidentifikasi dan merencanakam bentuk bisnis yang tepat bagi kelompok.

Salah seorang peserta, Heri Yuliati mengaku sangat antusias mengikuti serangkaian pelatihan yang telah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu. Ia optimis talas asal Pagerharjo bisa naik derajat dengan produk olahan anggota kelompoknya.

"Tentunya kami para peserta berharap bisa memajukan potensi ada di Pagerharjo yaitu talas. Karena talas saat ini kurang diminati, kami yakin bisa berinovasi," kata dia.