Dampak Debu Tak Ada Kejelasan, Warga Jangkaran Geruduk Help Desk NYIA
Peristiwa

Dampak Debu Tak Ada Kejelasan, Warga Jangkaran Geruduk Help Desk NYIA

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Belasan warga Pedukuhan Nglawang, Jangkaran, Kecamatan Temon dan sekitarnya mendatangi Kantor Help Desk New Yogyakarta International Airport (NYIA), Senin (09/07/2018). Kedatangan mereka untuk menuntut kejelasan atas nasib mereka yang terkena dampak debu proyek NYIA.

Membawa sejumlah tulisan tuntutan, belasan warga yang datang di Kantor Help Desk NYIA di Desa Palihan, Kecamatan Temon tersebut diterima oleh perwakilan PT Angkasa Pura I, PT Pembangunan Perumahan (PP) MS Syahroni dan sejumlah aparat kepolisian serta TNI. Meski begitu, warga merasa belum mendapatkan jawaban atas tuntutan mereka sehingga emosi warga sempat pecah.

"Sudah dua minggu lebih sejak pertemuan antara warga dengan PT PP MS Syahroni dan Angkasa Pura tapi belum ada konfirmasi lebih lanjut. Kami meminta pertanggungjawaban atas nasib kami," ungkap Dukuh Nglawang, Supandi, Senin (09/07/2018).

Dikatakan oleh Supandi, setidaknya terdapat sekitar 200 kepala keluarga (KK) yang merasakan imbas debu dari proyek pembangunan NYIA. Seluruh KK terdampak berada di luar pagar NYIA di tiga pedukuhan yakni Nglawang, Kledekan Kulon dan Jangkaran. 

Adapun tuntutan yang disampaikan warga diantaranya bantuan alat kesehatan, bantuan alat kebersihan serta kompensasi berwujud uang tunai bagi setiap KK dengan besaran Rp 2 juta. Namun, ketika ditanya rincian jumlah nominal yang diajukan oleh warga, Supandi tak bisa menjelaskan secara detil.

Sebelumnya pihak PT PP MS Syahroni sempat menjanjikan memberikan uang kompensasi sebesar Rp 150 ribu bagi masing-masing KK. Namun jumlah tersebut dinilai terlalu kecil.

"Saya nggak tahu rinciannya seperti apa karena itu permintaan warga. Yang pasti, kalau uang Rp 150 ribu itu untuk biaya bersih-bersih siapa yang mau?" sambung Supandi.

Selama permasalahan tersebut belum menemui titik terang, lanjut Supandi, warga meminta agar alat berat tak beroperasi terlebih dahulu. Pasalnya, kondisi seperti ini telah berlangsung sejak empat bulan lalu.

Perwakilan PT PP MS Syahroni, Zamroni mengatakan bahwa tuntutan yang disampaikan oleh warga tersebut akan segera disampaikan kepada pimpinannya. Selama ini, pihaknya juga telah berupaya untuk meminimalisir debu proyek dengan menyiram air, namun upaya tersebut nampaknya sia-sia.

"Akan kami koordinasikan dengan manajemen kami. Tapi sebelumnya semua cara sudah kami lakukan untuk mengurangi debu ketika proyek berlangsung," kata dia.