Klaim BPJS Nunggak Belasan Miliar, RSUD Keteteran
Pemerintahan

Klaim BPJS Nunggak Belasan Miliar, RSUD Keteteran

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Operasional manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates sempat terganggu beberapa hari. Hal ini disebabkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang tak kunjung membayarkan klaim jaminan kepada rumah sakit plat merah tersebut. Tak main-main, nominal klaim yang saat ini masih belum dibayarkan yakni sebesar Rp 13, 4 miliar.

Buntut dari permasalahan ini, pihak RSUD Wates akhirnya memasang dua spanduk kritik yang ditujukan untuk pihak BPJS Kesehatan. Spanduk tersebut berbunyi 'BPJS nunggak bayar 13,4 M ke RSUD Wates; DEMI RAKYAT kami tetap melayani dengan ikhlas sepenuh hati' serta 'BAYAR KLAIM KAMI; agar kami tetap dapat melayani masyarakat dengan sepenuh hati'.

Setelah beberapa jam dipasang, foto dua spanduk tersebut kemudian viral tersebar di sejumlah media sosial sejak Minggu (29/07) sore. Namun, tak bertahan lama, kedua spanduk itupun akhirnya dilepas sendiri oleh pihak RSUD Wates.

"Nilai klaim itu sudah kami ajukan ke BPJS. Hanya saja statusnya pending dan belum dibayarkan. Termasuk juga klaim obat selama 10 bulan yang nilainya cukup tinggi," ungkap Direktur Utama RSUD Wates, Lies Indrayati, Senin (30/07/2018).

Lies menyebut, klaim yang belum dibayarkan BPJS mencakup tunggakan klaim pelayanan tertunda sejak Desember 2017 lalu senilai Rp6,6 miliar, klaim pelayanan periode Mei 2016 senilai Rp4,4 miliar, serta klaim obat kronis senilai Rp2,2 miliar periode Juli 2017 sampai Maret 2018. Apabila klaim tersebut tak segera dibayarkan, operasional RSUD Wates bisa dipastikan bakal jatuh dan terganggu. 

Bahkan, pihak manajemen RSUD Wates pada pekan lalu sempat mencairkan deposito di bank sebesar Rp 1 miliar untuk tetap bisa menjalankan pelayanan kesehatan. Saat ini pihak RSUD Wates juga masih berupaya mencari dana talangan ke perbankan apabila dana deposit itu tidak mencukupi.

"Kami lakukan efisiensi untuk beberapa hal seprti extra food dan lembur pegawai. Sedangkan yang berhubungan dengan pelayanan tetap berjalan normal. Kami tetap melayani, apapun yang terjadi dengan BPJS," kata Lies.

Efisiensi dana yang dilakukan oleh RSUD Wates, disebut Lies, dilakukan terhadap dana di luar pelayanan kesehatan. Meski begitu, keterlambatan pembayaran klaim ini berdampak pada ketidaklancaran pembagian jasa pelayanan atau gaji paramedis RSUD Wates.

Terpisah, Kepala Bidang Jaminan Manfaat Rujukan, BPJS Kantor Cabang Sleman yang juga membawahi wilayah Kulon Progo, Ika Eri Hariani mengatakan bahwa berdasarkan data yang dilaporkan padanya, tunggakan klaim yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan kepada RSUD Wates hanyalah sebesar Rp 4,4 miliar. Tunggakan tersebut terhitung untuk periode Mei 2018 dengan jatuh tempo 17 Juli 2018.

Terkait perbedaan jumlah tunggakan klaim yang belum dibayarkan antara hitungan pihak RSUD Wates dan BPJS Kesehatan, Ika menyebut bahwa hal tersebut belum tercatat sebagai hutang lantaran belum terverifikasi dan terdapat keridaklengkapan berkas dalam penyusunan berita acara pengajuan klaim kesehatan. Termasuk di antaranya, klaim bulan Juni 2018 yang saat ini masih dalam proses verifikasi.

Sisanya masih perlu konfirmasi. Kalau belum kami verifikasi, belum dicatat sebagai hutang. Ada yang masih proses pengajuan, ada juga yang dalam proses revisi karena administrasinya kurang lengkap,” kata Ika.

Ika menjelaskan lebih jauh bahwa proses pencairan klaim dari BPJS Kesehatan hanya butuh waktu 15 hari saja, dengan catatan seluruh berkas yang dibutuhkan sudah benar-benar beres. Biasanya, pelayanan rumah sakit diklaimkan ke BPJS Kesehatan pada bulan berikutnya.

Dalam kasus keterlambatan ini, pelayanan Mei ditagihkan pada 26 Juni sementara pada bulan itu ada libur panjang sehingga prosesnya lama. Kami masih menunggu dari pusat untuk Mei yang Rp 4,4 miliar itu,” kata Ika.

Ika beranggapan, persoalan ini muncul karena adanya kesalahan komunikasi antara RSUD Wates dengan BPJS Kesehatan. Pihaknya berharap, baik BPJS Kesehatan maupun RSUD Wates dapat saling berbenah dan menjaga nama baik, mengingat keduanya adalah mitra.