Diarak Ratusan Pendukung, ASN Ini Daftar Jadi Bakal Calon Kepala Desa
Pemerintahan

Diarak Ratusan Pendukung, ASN Ini Daftar Jadi Bakal Calon Kepala Desa

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kulon Progo, Weko Yudistianto (55) mantap mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa. Ia akan bertarung di Desa Bendungan pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak Kulon Progo yang dihelat 14 Oktober 2018 mendatang.

Weko yang berdomisili di Pedukuhan Bendungan Lor, Bendungan, Kecamatan Wates didampingi istrinya, Wiwik Setiyawati diarak oleh sekitar 200 orang pendukungnya menuju Balai Desa Bendungan, Selasa (31/07/2018) untuk mendaftarkan diri. Menggunakan kemeja putih, Weko dan sang istri mengelilingi Desa Bendungan sambil mensosialisasikan diri kepada masyarakat dengan rute sejauh kurang lebih lima kilometer.

"Tadi proses pendaftaran berjalan lancar. Tidak ada data yang kurang. Saya mantab mencalonkan diri karena mendapatkan amanat dari masyarakat untuk membawa perubahan," ungkap Weko ditemui usai menyerahkan formulir pendaftaran kepada Panitia Pilkades Serentak Desa Bendungan, Selasa (31/07/2018).

Ditanya soal izin sebagai seorang ASN yang turut dalam Pilkades mendatang, Weko menyebut telah diberikan oleh Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo. Izin tersebut diberikan kepada dirinya pada Senin (30/07) kemarin. 

"Selain saya, ada empat orang ASN lainnya yang mengajukan izin untuk mengikuti Pilkades. Semua izin tersebut diserahkan Senin kemarin," sambung dia.

Ketua Panitia Pilkades Serentak Desa Bendungan, Marsudi mengatakan bahwa sebelumnya terdapat empat orang yang mengambil formulir pencalonan, diantaranya Weko dan Kades Bendungan yang masih menjabat yakni Mujiyo. Weko menjadi bakal calon ketiga yang telah mendaftarkan diri sebagai calon Kades. Sedangkan Mujiyo baru saja mendaftar setelah Weko dan para pendukungnya meninggalkan Kantor Balai Desa Bendungan.

"Hari ini merupakan hari terakhir pendaftaran bakal calon. Pendaftaran hari ini kami tutup pukul 13.00 WIB. Semua yang mengambil formulir sudah mengembalikan," ungkap dia.

Setelah pendaftaran ditutup, pihak panitia akan melakukan uji publik terhadap seluruh berkas pencalonan yang telah masuk. Apabila terdapat kekeliruan atau kekurangan, para bakal calon diberi waktu selama tiga hari untuk melakukan perbaikan ataupun melengkapi berkas.

"Penetapan bakal calon dilakukan 19 September 2018 atau sehari menjelang masa jabatan Kades periode sebelumnya habis. Kemudian tanggal 20 hingga 26 September akan dilakukan uji publik. Proses selanjutnya, BPD akan menetapkan bakal calon sebagai calon yang berhak dipilih," sambung Marsudi.

Selanjutnya, pengundian nomor urut calon serta penandatanganan integritas akan dilakukan pada 30 September mendatang. Kegiatan selanjutnya ialah kampanye dialogis yang akan digelar di Balai Desa Bendungan pada 9 Oktober mendatang.

Sementara itu, Kades Bendungan, Mujiyo mengaku, meskipun dirinya bakal mencalonkan diri kembali, ia menyerahkan pilihan sepenuhnya kepada masyarakat. Hanya saja, ia berharap masyarakat bisa benar-benar memilih dengan cermat untuk menentukan nasib Desa Bendungan ke depannya.

"Saya sendiri sudah memantapkan diri. Apabila memang nantinya tidak terpilih lagi saya sudah ikhlas. Saya berharap prosesnya berlangsung singkat karena sudah ada empat bakal calon yang mendaftarkan diri, termasuk saya," kata dia.