Dinkes Akui Tunggakan Klaim BPJS Juga Terjadi di Puskesmas
Pemerintahan

Dinkes Akui Tunggakan Klaim BPJS Juga Terjadi di Puskesmas

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Tunggakan klaim jaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata tak hanya membuat pusing sejumlah rumah sakit daerah. Klaim yang kerap terlambat dibayarkan juga terjadi pada hampir seluruh Puskesmas di Kabupaten Kulon Progo yang membuka layanan rawat inap.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kulon Progo, Ananta Kogam D. K menuturkan bahwa tunggakan klaim kesehatan yang kerap molor hingga tiga bulan lamanya. Masa tiga bulan disebut dihabiskan untuk memproses verifikasi hingga pelunasan setelah klaim diajukan.

"Ada dua jenis layanan dari BPJS Kesehatan. Pertama layanan berdasarkan perhitungan jumlah orang yang dilayani dengan jumlah dokter di Puskesmas atau kapitasi, serta pelayanan dengan metode klaim pada penggunaan kamar," ungkap Ananta, Kamis (02/07/2018).

Sejauh ini, pelayanan dengan metode kapitasi tak pernah menuai permasalahan. Pasalnya jumlah uang yang dibayarkan telah ditentukan oleh BPJS Kesehatan tiap sebulan sekali. Tunggakan biasanya muncul dari pelayanan klaim pada penghitungan kamar di Puskesmas rawat inap. 

Kogam menyebut, dari 21 Puskesmas di Kulon Progo, tujuh diantaranya menyediakan fasilitas rawat inap. Selain itu, terdapat pula dua Puskesmas yang menyediakan fasilitas bersalin. Adapun rerata tunggakan BPJS Kesehatan pada puskesmas dengan fasilitas rawat inap biasanya mencapai Rp 5 juta. Padahal metode kapitasi menelan biaya lebih besar yakni sekitar Rp 150 juta untuk masing-masing Puskesmas.

"Jadi klaim itu yang diambil dari penggunaan kamar all in dengan perawatan maksimal Rp 200.000 per hari. Sedangkan yang kapitasi lebih mudah, dihitung dari Prolanis, Concact Rate, dan tunjangan rujukan yang diberikan oleh puskesmas," katanya.

Ia juga telah memberikan imbauan kepada semua pihak untuk tidak memanfaatkan kondisi gaduh yang tengah terjadi antara BPJS Kesehatan sengan sejumlah rumah sakit dan Puskesmas. Pasalnya jaminan kesehatan di Indonesia saat ini sedang berusaha untuk memperbaiki sistem layanan. Pun begitu dengan pihak rumah sakit yang juga harus memperbaiki layanan.

"Di Amerika saja jaminan kesehatan umurnya ratusan tahun baru bisa stabil, di tempat kita wajar saja kalau ada fraud," katanya.