Kutukebul Merajalela, Petani Melon Merugi
Peristiwa

Kutukebul Merajalela, Petani Melon Merugi

Lendah,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah lahan tanam melon di wilayah Kecamatan Lendah mengalami gagal panen. Buntutnya, para petani melon di wilayah tersebut harus merugi hingga puluhan juta rupiah.

Penyebab kegagalan panen kali ini ialah hama kutukebul dengan nama latin Bemisia tabaci. Hama satu ini menyerang pucuk daun tanaman melon, sehingga membuat tanaman menjadi susah tumbuh atau kerdil.

Diungkapkan oleh Klimin, salah seorang petani melon di Pedukuhan Banasara, Jatirejo, Kecamatan Lendah, bahwa pada masa panen kali ini ia bahkan kesulitan untuk menutup modal yang telah ia keluarkan untuk menanam melon. Padahal untuk sekali tanam, ia bisa merogoh kocek hingga Rp 30 juta untuk membeli bibit, biaya perawatan dan sebagainya.

"Hanya beberapa tanaman melon yang bisa tumbuh dengan baik dan bisa dipetik dengan berat sekitar 2 kilogram saat panen. Buah yang bagus kemudian saya jual ke Bandung. Biasanya melon yang dipanen saat usia 60 hari juga terpaksa saya panen saat usianya masih 55 hari," ungkap Klimin, Jumat (03/07/2018).

Ia mengaku telah menanam melon sebanyak dua kali pada musim tanam kali ini. Hanya saja, lantaran bibit yang ia tanam pertama terserang kutukebul yang mengakibatkan daun melon melinting dan menyebabkan bunga tak bisa berbuah, ia memilih menanam kembali bibit melon dengan kualitas yang lebih tinggi. 

"Ada melon yang bisa berbuah tapi tidak bisa besar. Kemudian saya biarkan hingga membusuk. Biasanya ada warga yang minta untuk pakan ternak," kata dia.

Petani melon lainnya, Agus Sudarmadi mengaku bahwa hasil panen melon kali ini hanya mengahasilkan setengah dari modal yang telah ia keluarkan. Dengan modal sebesar Rp 40 juta, ia menanam 20 kepek (wadah benih) di Bulak Bumirejo, Kecamatan Lendah.

"Hasil kali ini minim. Nasib petani melon bisa terselamatkan karena harga melon di Kulon Progo masih cenderung baik walaupun ukurannya kecil," kata dia.