Duh, Angka Perkawinan Usia Dini di Kulon Progo Masih Tinggi
Pemerintahan

Duh, Angka Perkawinan Usia Dini di Kulon Progo Masih Tinggi

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Angka perkawinan anak usia dini di Kulon Progo masih cukup tinggi. Persoalan ini lah yang membuat Pemkab Kulon Progo kemudian fokus merumuskan pencegahan yang efektif untuk menekan angka.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulon Progo, Eko Pranyoto mengaku bahwa pihaknya telah menggencarkan sejumlah program serta sosialisasi untuk menekan persoalan tersebut. Menurutnya, perkawinan dini merupakan suatu bentuk kekerasan terhadap anak.

"Padahal pernikahan membutuhkan kesiapan baik secara mental, sosial, ekonomi dan kematangan untuk membina keluarga samawa," ungkap Eko, Jumat (03/08/2018).

Imbas dari pernikahan anak usia dini yang kurang persiapan, lanjut Eko, bukanlah permasalahan sepele. Pasalnya bisa mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap ibu dan anak, risiko kekerasan dalam rumah tangga yang tinggi, permasalahan ekonomi, hingga rendahnya kualitas sumber daya manusia. 

"Pernikahan anak usia dini juga memiliki risiko tinggi perceraian. Karena emosionalnya yang masih belum stabil," sambung Eko.

Selain sosialisasi, Pemkab Kulon Progo juga membangun komitmen pencegahan lewat deklarasi pencegahan perkawinan usia anak di kecamatan dan desa. Selain itu melakukan pendampingan psikologis bagi calon pengantin anak yang akan melaksanakan perkawinan. Hasil evaluasi pendampingan itu, dijadikan sebagai referensi bagi pengadilan agama, dalam rangka memutuskan apakah pernikahan layak digelar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pensusuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk dan KB) Kulon Progo, Mardiya mengungkapkan bahwa upaya sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) juga dilakukan oleh pihaknya. Remaja usia sekolah diberikan materi sosialisasi terkait pentingnya mencegah pernikahan di usia dini.

"Mereka diarahkan untuk lebih fokus pada sekolah dan kegiatan positif lainnya yang mampu mengembangkan potensi diri masing-masing," ungkap dia.