Waspada, Suaka Margasatwa Sermo Berisiko Tinggi Kebakaran
Pemerintahan

Waspada, Suaka Margasatwa Sermo Berisiko Tinggi Kebakaran

Kokap,(kulonprogo.sorot.co)--Bulan Agustus hingga Oktober 2018 diprediksi menjadi puncak kekeringan pada kemarau kali ini. Hal tersebut berimbas pada meningkatnya risiko kebakaran lahan dan hutan di sejumlah kawasan, tak terkecuali kawasan Suaka Margasatwa (SM) Sermo di Kecamatan Kokap.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Untung Suripto mengatakan bahwa dari total 184,99 hektar kawasan SM Sermo, sebagian besar berstatus rawan kebakaran.

"Bisa kita lihat bahwa sebagian besar kawasan perlindungan mulai berwarna kecoklatan. Indikator kekeringan bisa kita lihat pada kadar kelembaban seresah (dedaunan yang mengering dan berubah warna dari warna aslinya). Kalau diremas langsung hancur, berarti risiko kebakarannya tinggi," ungkap Untung, Senin (06/08/2018).

Adapun luas kawasan perlindungan SM Sermo ialah 145,138 hektare atau sekitar 78,48 persen dari luas total kawasan SM Sermo. Adapula kawasan pemanfaatan seluas 7,052 hektar, kawasan rehabilitasi atau lahan bekas garapan warga seluas 27 hektar serta kawasan khusus yang digunakan untuk membangun fasilitas ataupun infrastruktur lainnnya sesuai dengan perjanjian antara BKSDA DIY dengan pihak terkait seluas 5,8 hektar. 

"Dalam beberapa bulan ke depan, kawasan SM Sermo akan berubah warna menjadi coklat semua. Kami berharap warga juga berperan aktif menjaga kawasan ini karena kebakaran hutan menjadi tanggung jawab bersama," sambung Untung.

Belajar dari pengalaman sebelumya pada tahun 2010 lalu ketika kebakaran lahan hampir menghanguskan kawasan SM Sermo, Untung mengimbau kepada masyarakat untuk tak membuang puntung rokok ataupun membakar sampah sembarangan. Pasalnya, api biasa meluas lantaran hembusan angin.