Demi Kemanusiaan, Kejaksaan Droping Air Bersih Belasan Tanki
Sosial

Demi Kemanusiaan, Kejaksaan Droping Air Bersih Belasan Tanki

Kokap,(kulonprogo.sorot.co)--Kekeringan masih terjadi di sejumlah wilayah di Kulon Progo. Dropping air juga masih terus dilakukan oleh Pemkab melalui instansi terkait. Sejumlah pihak kemudian juga turut memberikan bantuan air bersih.

Salah satunya adalah Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulon Progo. Setidaknya terdapat 18 tanki air bersih yang disiapkan oleh Kejari Kulon Progo untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan.

"Dari kami sendiri ada 18 tanki. Kemudian dari Kepala Kejaksaan Tinggi DIY membantu 2 tangki," ungkap Kepala Kejari Kulon Progo, Azwad Z. Hakim, Senin (07/08/2018) ketika mendistribusikan air bersih di wilayah Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap.

Azwad menyebut bahwa kegiatan dropping air bersih tersebut merupakan inisiatif pihak Kejari Kulon Progo. Pihaknya, selain berperan sebagai aparat penegak hukum juga berperan dalam kegiatan kemanusian di wilayah Kulon Progo. 

"Ini merupakan kegiatan kepedulian institusi, selain melaksanakan tupoksi kami. Semoga bantuan air bersih ini bisa bermanfaat bagi warga terdampak kekeringan," sambung Azwad.

Dijelaskan lebih jauh, pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI) untuk menentukan lokasi yang membutuhkan dropping air. Kuota air bersih yang diberikan oleh Kejari Kulon Progo disesuaikan dengan permintaan dropping air bersih yang diajukan kepada Pemkab Kulon Progo.

Sementara itu Kepala Desa Kalirejo, Lana mengatakan bahwa terdapat 7 pedukuhan di Desa Kalirejo yang terdampak kekeringan. Adapun jumlah kepala keluarga (KK) terdampak di wilayah tersebut sebanyak 232 KK.

"Di Pedukuhan Sangon I ada 30 KK, Sangon II 20 KK, Plampang I 50 KK, Plampang II 30 KK, Plampang III 30 KK, Papak 42 KK dan Kalibuko II 30 KK," ungkap Lana.

Lana menyebut bahwa sebagian besar warga terdampak kekeringan masih mengandalkan sumur tanah untuk mememuhi kebutuhan konsumsi air bersih. Padahal, sejak satu bulan lalu sumur tanah ataupun mata air yang keluar dari tebing (belik) mulai mengering.

"Karena kekeringan terjadi setiap tahun. Maka di setiap wilayah sudah disediakan bak penampungan air agar distribusi air menjadi lebih mudah," kata dia.