Jalan Tepi Pantai Dimakan Abrasi, Sebagian Ambrol
Peristiwa

Jalan Tepi Pantai Dimakan Abrasi, Sebagian Ambrol

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Jalan aspal di tepian pantai wilayah Kecamatan Temon yang berstatus jalan desa ambrol sebagian. Kejadian ini merupakan imbas dari abrasi pasca gelombang tinggi yang terjadi beberapa pekan lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh sorot.co, jalan yang merupakan penghubung antara Pantai Glagah Indah di Desa Glagah dengan Pantai Congot di Desa Jangkaran dengan lebar sekitar 3 meter tersebut mulai ambrol sejak Senin (06/08) lalu. Setidaknya sekitar 30 meter hingga 40 meter ruas jalan telah hilang bersama abrasi.

"Jalan ambrol tersebut berada di sisi barat Joglo Labuhan Paku Alaman. Kini tinggal sebagian jalan sekitar 1,5 meter yang bisa dilalui, itupun mengancam karena sisa abrasi membuat jarak antara sisa bibir jalan dengan pantai sedalam 3 meter," ungkap Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Glagah, Aris Wdiatmoko, Rabu (08/08/2018).

Ia bersama sejumlah anggota SRI Wilayah V Pantai Glagah kemudian memasang tanda dari kayu dan batu serta garis polisi agar warga berhati-hati ketika melintas. Patroli kemudian dilakukan secara berkala di sekitar jalan yang amblas tersebut. 

"Kejadian ini juga sudah kami laporkan kepada pihak terkait. Kami juga menyiagakan beberapa anggota untuk patroli. Soalnya, jalan tersebut tidak bisa lagi dilalui mobil ataupun truk dengam tonase besar," sambung Aris.

Dijelaskan lebih jauh oleh Aris, warga diimbau untuk berhati-hati ketika melintas di jalan tersebut lantaran berisiko kembali amblas. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY, tinggi gelombang masih berada di angka 3 meter hingga 5 meter.